Lurah programkan tebus raskin dengan sampah
Jumat, 20 November 2015 13:49 WIB
Ilustrasi - bank sampah (FOTO ANTARA)
Muaraenim (ANTARA Sumsel) - Lurah Air Lintang Kecamatan Kota
Muaraenim Sumatera Selatan, Lilis Murayani memprogramkan membayar jatah
pembagian beras miskin ditebus dengan sampah.
Lurah Air Lintang, Kabupaten Muaraenim, Lilis Murayani, Jumat mengatakan program membayar jatah beras untuk warga miskin dengan sampah merupakan upaya untuk turut serta masyarakat mewujudkan visi misi Kabupaten Muaraenim menuju moto SMAS (Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera).
Ia mengakui, meski alokasi dana untuk kelurahan terbilang minim, bukan berarti harus berpangku tangan.
Dengan semangat dan keterlibatan masyarakat Kelurahan Air Lintang tercetus ide program membayar atau menebus beras keluarga miskin dengan sampah yang disalurkan melalui bank sampah.
Menurut dia, program tersebut diluncurkan menandakan salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis bukan hanya wilayah saja, tetapi sampah di masing-masing daerah menjadi masalah juga bisa dijadikan bermanfaat dan berkah, seperti membayar beras miskin.
Selain itu, jika selama ini kebersihan dan kesehatan menjadi tugas instansi terkait, maka dengan program ini masyarakat melalui petugas bank sampah turut berperan aktif membantu instansti terkait.
"Kita sudah ada petugas pengelola bank sampah yang dibentuk melalui SK Lurah. Kita juga telah membuat tempat pemilahan sampah terpadu," katanya.
Terkait dengan program tersebut, pihak kelurahan setempat juga telah mendaftarkan sebanyak 131 rumah tangga sasaran (RTS) beras miskin menjadi nasabah bank sampah.
Sebanyak 131 RTS ini, selain sebagai anggota juga menjadi bagian pengelola bank sampah, ujarnya.
Ia berharap, akan muncul ide-ide cemerlang mengatasi masalah sampah dan menjadikan sebagai bahan ekonomis yang dapat bernilai.
Ke depan pihak kelurahan setempat sudah merencanakan sampah akan dijadikan bernilai, sehingga warga khususnya yang menjadi anggota bank sampah untuk membayar rekening listrik, katanya.
Lurah Air Lintang, Kabupaten Muaraenim, Lilis Murayani, Jumat mengatakan program membayar jatah beras untuk warga miskin dengan sampah merupakan upaya untuk turut serta masyarakat mewujudkan visi misi Kabupaten Muaraenim menuju moto SMAS (Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera).
Ia mengakui, meski alokasi dana untuk kelurahan terbilang minim, bukan berarti harus berpangku tangan.
Dengan semangat dan keterlibatan masyarakat Kelurahan Air Lintang tercetus ide program membayar atau menebus beras keluarga miskin dengan sampah yang disalurkan melalui bank sampah.
Menurut dia, program tersebut diluncurkan menandakan salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis bukan hanya wilayah saja, tetapi sampah di masing-masing daerah menjadi masalah juga bisa dijadikan bermanfaat dan berkah, seperti membayar beras miskin.
Selain itu, jika selama ini kebersihan dan kesehatan menjadi tugas instansi terkait, maka dengan program ini masyarakat melalui petugas bank sampah turut berperan aktif membantu instansti terkait.
"Kita sudah ada petugas pengelola bank sampah yang dibentuk melalui SK Lurah. Kita juga telah membuat tempat pemilahan sampah terpadu," katanya.
Terkait dengan program tersebut, pihak kelurahan setempat juga telah mendaftarkan sebanyak 131 rumah tangga sasaran (RTS) beras miskin menjadi nasabah bank sampah.
Sebanyak 131 RTS ini, selain sebagai anggota juga menjadi bagian pengelola bank sampah, ujarnya.
Ia berharap, akan muncul ide-ide cemerlang mengatasi masalah sampah dan menjadikan sebagai bahan ekonomis yang dapat bernilai.
Ke depan pihak kelurahan setempat sudah merencanakan sampah akan dijadikan bernilai, sehingga warga khususnya yang menjadi anggota bank sampah untuk membayar rekening listrik, katanya.
Pewarta : Banu
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terbukti buang sampah sembarangan, perusahaan jasa pengangkut didenda Rp10 juta
12 August 2026 7:18 WIB
Pemkot Palembang percepat pembangunan proyek PSEL, target beroperasi tahun ini
04 August 2026 18:19 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB