Baturaja (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Selasa menemukan kawasan wisata baru berupa air terjun indah setinggi 35 meter berlokasi di Desa Gunungkuripan, Kecamatan Pengadonan.
Air terjun setinggi 35 meter dan lebar dua meter itu berada di dalam hutan lindung di kelilingi kebun kopi milik warga setempat, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Aufa S Sarkomi, di sela-sela meninjau lokasi air terjun tersebut, Selasa.
Menurut dia, keberadaan air terjun tersebut sangat memiliki masa depan yang cerah, jika kelak dibangun dan dilengkapi fasilitas pendukung diyakini akan menjadi kawasan objek wisata dapat memukau bagi wisatawan berkunjung.
Memang diakuinya, lokasi air terjun yang diberi nama Kuripan itu cukup terjal dengan jalan setapak dan untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu tempuh dua jam dari pusat Kota Baturaja, ibukota Kabupaten OKU, kemudian dilanjutkan berjalan kaki selama dua jam.
Walau jarak dan jalur yang cukup menantang, namun setiap pengunjung setelah datang ke sana akan puas dengan merasakan sejuknya air terjun, serta segarnya udara dan indahnya kicauan burung-burung menambah suasana alami.
"Saat ini, lokasi menuju ke sana memang cukup sulit, karena harus melewati jalan setapak dengan rimbunnya hutan liar. Namun, sudah diprogramkan untuk membangun jalan, fasilitas pendukung akan mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi," katanya.
Ia mengemukakan, tahun anggaran 2014 Pemkab OKU akan membangun tiga kawasan wisata pada lokasi berbeda, yakni air terjun Tembulun berlokasi di Desa Tanjungkurung, Kecamatan Semidangaji, Gemuhak, Kecamatan Ulu Ogan dan kawasan air terjun yang baru ditemukan tersebut.
"Kita akan berupaya keras, membangun sejumlah kawasan objek wisata tersebut selain melalui APBD, tentunya kita juga mengharapkan kucuran dana dari pemerintah provinsi dan pusat," kata Aufa.
Ia berharap, dukungan semua pihak terkait terutama masyarakat supaya program pembangunan kawasan wisata tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, sebagai upaya menarik minat kunjungan wisatawan sekaligus menambah pemasokan daerah serta kesejahteraan rakyat daerah setempat.
Air terjun setinggi 35 meter dan lebar dua meter itu berada di dalam hutan lindung di kelilingi kebun kopi milik warga setempat, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Aufa S Sarkomi, di sela-sela meninjau lokasi air terjun tersebut, Selasa.
Menurut dia, keberadaan air terjun tersebut sangat memiliki masa depan yang cerah, jika kelak dibangun dan dilengkapi fasilitas pendukung diyakini akan menjadi kawasan objek wisata dapat memukau bagi wisatawan berkunjung.
Memang diakuinya, lokasi air terjun yang diberi nama Kuripan itu cukup terjal dengan jalan setapak dan untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu tempuh dua jam dari pusat Kota Baturaja, ibukota Kabupaten OKU, kemudian dilanjutkan berjalan kaki selama dua jam.
Walau jarak dan jalur yang cukup menantang, namun setiap pengunjung setelah datang ke sana akan puas dengan merasakan sejuknya air terjun, serta segarnya udara dan indahnya kicauan burung-burung menambah suasana alami.
"Saat ini, lokasi menuju ke sana memang cukup sulit, karena harus melewati jalan setapak dengan rimbunnya hutan liar. Namun, sudah diprogramkan untuk membangun jalan, fasilitas pendukung akan mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi," katanya.
Ia mengemukakan, tahun anggaran 2014 Pemkab OKU akan membangun tiga kawasan wisata pada lokasi berbeda, yakni air terjun Tembulun berlokasi di Desa Tanjungkurung, Kecamatan Semidangaji, Gemuhak, Kecamatan Ulu Ogan dan kawasan air terjun yang baru ditemukan tersebut.
"Kita akan berupaya keras, membangun sejumlah kawasan objek wisata tersebut selain melalui APBD, tentunya kita juga mengharapkan kucuran dana dari pemerintah provinsi dan pusat," kata Aufa.
Ia berharap, dukungan semua pihak terkait terutama masyarakat supaya program pembangunan kawasan wisata tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, sebagai upaya menarik minat kunjungan wisatawan sekaligus menambah pemasokan daerah serta kesejahteraan rakyat daerah setempat.