Jurnalis Palembang refleksi Hari Kebebasan Pers
Jumat, 3 Mei 2013 22:36 WIB
Refleksi Hari Kebebasan Pers SeDunia, dilakukan puluhan jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) dengan Berorasi dan Membaca Puisi di Bundaran Air Manc
Palembang (ANTARA Sumsel) - Puluhan jurnalis Palembang dari Aliansi Jurnalis Independen, Ikatan Jurnalis Televisi dan Pewarta Foto Indonesia refleksi memperingati hari kebebasan pers se-dunia berorasi dan puisi dengan berpenerangan lilin di Bundaran Air Mancur Palembang, Jumat malam.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang Darwin Syarkowi mengatakan sampai kini kebebasan pers cenderung belum dilaksanakan sepenuhnya meskipun tiap 3 Mei diperingati.
"Hingga kini masih sering terjadi kekerasan terhadap wartawan dan intimidasi dari industri media ketika jurnalis ingin berserikat," katanya.
Menurut dia, kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap jurnalis sampai kini masih banyak terjadi sehingga mengancam aktivitas peliputan jurnalisme.
Intimidasi tidak hanya datang dari eksternal, tetapi di tempat jurnalis bekerja pun kerap tidak merealisasikan hak dengan pelarangan berserikat dan beroganisasi.
Ia mengatakan, melalui refleksi kebebasan pers malam ini bersama puluhan wartawan di Sumatera Selatan khususnya Palembang terus membangun kekuatan dengan solid.
Solidaritas antar jurnalis juga terus dibangun karena ini menjadi kekuatan.
Sementara Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, Purwantoro menambahkan, kebebasan pers idealnya tidak hanya sebatas peringatan tetapi bagaimana implementasinya dilaksanakan.
Kebebasan pers menjadi mutlak untuk kepentingan masyarakat mayoritas sebagai bentuk profesionalisme jurnalis, tambahnya.
Namun, dia menambahkan sampai kini dalam tugas-tugas peliputan wartawan masih saja kerap menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan.
Karena itu, sekali lagi tingkatkan solidaritas untuk memperkuat posisi wartawan dan mari bersama-sama menjadi jurnalis yang profesional, katanya.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang Darwin Syarkowi mengatakan sampai kini kebebasan pers cenderung belum dilaksanakan sepenuhnya meskipun tiap 3 Mei diperingati.
"Hingga kini masih sering terjadi kekerasan terhadap wartawan dan intimidasi dari industri media ketika jurnalis ingin berserikat," katanya.
Menurut dia, kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap jurnalis sampai kini masih banyak terjadi sehingga mengancam aktivitas peliputan jurnalisme.
Intimidasi tidak hanya datang dari eksternal, tetapi di tempat jurnalis bekerja pun kerap tidak merealisasikan hak dengan pelarangan berserikat dan beroganisasi.
Ia mengatakan, melalui refleksi kebebasan pers malam ini bersama puluhan wartawan di Sumatera Selatan khususnya Palembang terus membangun kekuatan dengan solid.
Solidaritas antar jurnalis juga terus dibangun karena ini menjadi kekuatan.
Sementara Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, Purwantoro menambahkan, kebebasan pers idealnya tidak hanya sebatas peringatan tetapi bagaimana implementasinya dilaksanakan.
Kebebasan pers menjadi mutlak untuk kepentingan masyarakat mayoritas sebagai bentuk profesionalisme jurnalis, tambahnya.
Namun, dia menambahkan sampai kini dalam tugas-tugas peliputan wartawan masih saja kerap menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan.
Karena itu, sekali lagi tingkatkan solidaritas untuk memperkuat posisi wartawan dan mari bersama-sama menjadi jurnalis yang profesional, katanya.
Pewarta : Oleh: Nila Ertina
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Rangkaian AJP 2026, Kilang Plaju sambut puluhan jurnalis Sumsel lewat kunjungan lapangan
08 September 2026 11:14 WIB
Catatan jurnalis ANTARA dari Xizang: Mengenal obat tradisional Tibet dan terapi Lum
01 August 2026 10:38 WIB
AJI Palembang gelar diskusi, soroti perlindungan jurnalis dan penyelesaian sengketa pers
17 May 2026 21:49 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
BKOW Sumsel latih perempuan buat 'chunky bag' untuk dorong ekonomi keluarga
25 September 2026 20:02 WIB
Penantian sejak 2014, Pemkot dan DPRD Palembang sahkan Raperda Pemajuan Kesenian
23 September 2026 20:34 WIB