Penerapan kurikulum 2013 perlu ditunda
Kamis, 14 Februari 2013 12:53 WIB
Miing, anggota Komisi X DPR-RI (FOTO ANTARA)
Palembang (Antara Sumsel) - Penerapan kurikulum 2013 perlu ditunda terlebih dahulu, karena banyak daerah belum siap, kata anggota Komisi X DPR-RI Dedi Gumelar di Palembang, Kamis.
Untuk di Sumsel saja sosialisasi tentang kurikulum 2013 sangat minim bahkan belum dilaksanakan, sehingga guru belum banyak memahami, kata Miing sapaan akrab Dedi Gumelar saat kunjungan kerja di Palembang.
Rombongan anggota Komisi X dalam kunjungan kerja sekaligus sosialisasi itu disambut Sekda Pemerintah Provinsi Sumsel H Yusri Effendi.
Menurut dia, di samping guru terlebih apalagi murid belum memahami, sehingga materi kurikulum 2013 dikhawatirkan tidak bisa diserap siswa dan siswi yang ada di daerah-daerah di Indonesia termasuk Sumsel.
Selain itu tahun ajaran baru dimulai Juli 2013, sehingga dengan waktu cukup singkat kemungkinan pelaksanaan sosialisasi tidak maksimal.
Sehubungan itu penerapan kurikulum 2013 perlu ditunda, sehingga tepat sasaran, katanya.
Selain sosialisasi, kata dia, hal lebih penting lagi meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama guru agar proses belajar mengajar menjadi lebih bagus.
Sementara, jangan hanya menyalahkan tenaga pengajar, tetapi fasilitas termasuk pembinaan yang diberikan selama ini perlu dievaluasi sudah maksimal atau belum.
Oleh karena itu pihak DPR menyarankan penerapan kurikulum 2013 ditunda, dan bila semuanya sudah siap baru diberlakukan.
Namun, sebagai anggota DPR RI hanya menyarankan, tetapi yang lebih utama pemerintah sebagai pelaksana kegiatan, tambah dia.(U005)
Untuk di Sumsel saja sosialisasi tentang kurikulum 2013 sangat minim bahkan belum dilaksanakan, sehingga guru belum banyak memahami, kata Miing sapaan akrab Dedi Gumelar saat kunjungan kerja di Palembang.
Rombongan anggota Komisi X dalam kunjungan kerja sekaligus sosialisasi itu disambut Sekda Pemerintah Provinsi Sumsel H Yusri Effendi.
Menurut dia, di samping guru terlebih apalagi murid belum memahami, sehingga materi kurikulum 2013 dikhawatirkan tidak bisa diserap siswa dan siswi yang ada di daerah-daerah di Indonesia termasuk Sumsel.
Selain itu tahun ajaran baru dimulai Juli 2013, sehingga dengan waktu cukup singkat kemungkinan pelaksanaan sosialisasi tidak maksimal.
Sehubungan itu penerapan kurikulum 2013 perlu ditunda, sehingga tepat sasaran, katanya.
Selain sosialisasi, kata dia, hal lebih penting lagi meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama guru agar proses belajar mengajar menjadi lebih bagus.
Sementara, jangan hanya menyalahkan tenaga pengajar, tetapi fasilitas termasuk pembinaan yang diberikan selama ini perlu dievaluasi sudah maksimal atau belum.
Oleh karena itu pihak DPR menyarankan penerapan kurikulum 2013 ditunda, dan bila semuanya sudah siap baru diberlakukan.
Namun, sebagai anggota DPR RI hanya menyarankan, tetapi yang lebih utama pemerintah sebagai pelaksana kegiatan, tambah dia.(U005)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB
Unsri dan KKP terapkan teknologi IoT untuk pembenihan ikan betok di Palembang
15 August 2026 21:00 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB
Unsri dan KKP terapkan teknologi IoT untuk pembenihan ikan betok di Palembang
15 August 2026 21:00 WIB