Para guru akan dites urine
Selasa, 11 Desember 2012 17:03 WIB
Tes urine (FOTO ANTARA)
Jambi (ANTARA Sumsel) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Rifai mengatakan, pihaknya mengagendakan pelaksanaan tes urine bagi para guru sekolah dan pegawai Dinas Pendidikan setempat bekerja sama dengan BNN Kota Jambi.
Mengenai tes urine itu sudah direncanakan sejak lama, kata Kepala Diknas Kota setempat Rifai, di Jambi, Selasa.
"Sudah kita rencanakan, namun karena waktu yang terbatas dan BNN Kota Jambi sedang banyak kesibukan, makanya rencana tersebut belum terealisasi," katanya.
Namun bagaimanapun, kata Rifai, pihaknya dan BNN Kota Jambi tidak akan mengekspose jadwal tes urine itu ke media, sebab jika sudah diketahui jadwalnya, maka bisa jadi para pengguna akan melakukan antisipasi sebelum dites.
"Sekarang tergantung BNN Kota Jambi kapan mereka akan mengetes urine para guru di kota itu untuk mengetahui keterlibatan yang bersangkutan dalam penggunaan narkoba. Kami siap saja," katanya.
Menurut Rifai, soal teknis tes urine tersebut akan diserahkan kepada BNN sepenuhnya. Dan besar kemungkinan tidak seluruh guru yang dites urine, melainkan orang-orang tertentu.
Sebab, kata Rifai, BNN biasanya memiliki pengetahuan sendiri dalam melihat dan menilai personal yang menggunakan narkoba, baik secara aktif maupun pasif.
Wali Kota Jambi Bambang Priyanto mengatakan, memang tidak semua orang yang dinyatakan positif melalui tes urine terlibat dalam penggunaan narkoba.
Sebab, kata wali kota yang juga seorang dokter ini, banyak penderita penyakit tertentu terpaksa mengkonsumsi obat-obat tertentu atas rekomendasi dokter untuk menghilangkan rasa sakit.
"Nah, orang-orang yang mengkonsumsi obat-obat penghilang rasa sakit dan sejenisnya ini, jika dites urinenya akan dinyatakan positif. Namun, mereka tidak mengunakan obat-obatan secara ilegal, sebab telah melalui rekomendasi medis atau dokter," bebernya.
Wacana tes urine terhadap para guru di Kota Jambi muncul setelah salah seorang oknum guru yang sedang berpesta sabu di sebuah kamar hotel di Jambi tertangkap Sapol PP dalam sebuah razia pekan lalu.(T.KR-NF)
Mengenai tes urine itu sudah direncanakan sejak lama, kata Kepala Diknas Kota setempat Rifai, di Jambi, Selasa.
"Sudah kita rencanakan, namun karena waktu yang terbatas dan BNN Kota Jambi sedang banyak kesibukan, makanya rencana tersebut belum terealisasi," katanya.
Namun bagaimanapun, kata Rifai, pihaknya dan BNN Kota Jambi tidak akan mengekspose jadwal tes urine itu ke media, sebab jika sudah diketahui jadwalnya, maka bisa jadi para pengguna akan melakukan antisipasi sebelum dites.
"Sekarang tergantung BNN Kota Jambi kapan mereka akan mengetes urine para guru di kota itu untuk mengetahui keterlibatan yang bersangkutan dalam penggunaan narkoba. Kami siap saja," katanya.
Menurut Rifai, soal teknis tes urine tersebut akan diserahkan kepada BNN sepenuhnya. Dan besar kemungkinan tidak seluruh guru yang dites urine, melainkan orang-orang tertentu.
Sebab, kata Rifai, BNN biasanya memiliki pengetahuan sendiri dalam melihat dan menilai personal yang menggunakan narkoba, baik secara aktif maupun pasif.
Wali Kota Jambi Bambang Priyanto mengatakan, memang tidak semua orang yang dinyatakan positif melalui tes urine terlibat dalam penggunaan narkoba.
Sebab, kata wali kota yang juga seorang dokter ini, banyak penderita penyakit tertentu terpaksa mengkonsumsi obat-obat tertentu atas rekomendasi dokter untuk menghilangkan rasa sakit.
"Nah, orang-orang yang mengkonsumsi obat-obat penghilang rasa sakit dan sejenisnya ini, jika dites urinenya akan dinyatakan positif. Namun, mereka tidak mengunakan obat-obatan secara ilegal, sebab telah melalui rekomendasi medis atau dokter," bebernya.
Wacana tes urine terhadap para guru di Kota Jambi muncul setelah salah seorang oknum guru yang sedang berpesta sabu di sebuah kamar hotel di Jambi tertangkap Sapol PP dalam sebuah razia pekan lalu.(T.KR-NF)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rutan Pakjo gelar tes urine, pastikan pegawai dan warga binaan lepas dari narkoba
07 July 2025 17:44 WIB, 2025
Hasil test urine, tersangka pembunuhan yang mayat korbannya tanpa kepala positif narkoba
04 November 2024 22:00 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Pertamina EP periksa kesehatan mata gratis 140 siswa SD di PALI dan Muara Enim
26 August 2026 15:45 WIB