Bengkulu  (ANTARA Sumsel) - Warga beberapa kecamatan di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, resah dan hati-hati karena ternak mereka diduga terjangkit penyakit cacing hati.

"Selama memasuki musim penghujan akhir-akhir ini banyak ternak warga terjadi perubahan yaitu perut buncit dan bulunya tegak lurus," kata seorang pemilik ternak di Padang Guci Riswan ketika dihubungi dari Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan ternak yang mengalami ciri-ciri tersebut tidak mau makan sehingga badan kurus dan hanya perut yang membesar.

Melihat kondisi tersebut, para peternak melaporkan kepada penyuluh Dinas Kesehatan Hewan setempat dan diketahui bahwa ternak mereka terjangkit cacing hati.

"Kami khawatir penyakit itu menular pada sapi lainnya yang masih sehat dan minta bantuan obat dari instansi terkait," katanya.

Camat Tanjung Kemuning Saptiur ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa warga daerah itu mulai resah akan penyakit tersebut.

"Kami sudah melaporkan masalah itu ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat serta minta bantuan secepatnya untuk mengatasinya," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kaur Asmawan mengatakan ternak yang diduga terjangkit cacing hati itu terdapat di beberapa kecamatan.

Berdasarkan laporan petugas lapangan, ternak sapi yang terjangkit penyakit itu antara lain di Kecamatan Padang Guci, Kaur Utara, Kaur Selatan, dan Nasal.

"Kami sudah menurunkan tenaga ke beberapa kecamatan itu karena ada puluhan ekor ternak sapi warga terjangkit penyakit cacing hati tersebut," katanya.

Petugas membawa obat untuk disuntikan ke ternak tersebut, sedangkan penyebab terjangkit penyakit itu karena ternak makan rumput yang masih dalam kondisi basah setelah memasuki musim penghujan.

Para petani diimbau tidak melepas ternaknya pada pagi hari dan memberikan makan sapi dengan rumput yang tidak dalam kondisi basah, karena cacing rentan menjangkiti ternak mereka melalui rumput basah, katanya. (Ant)