Hati-hati terhadap ternak terjangkit cacingan
Selasa, 11 Desember 2012 15:27 WIB
Tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan memeriksa ternak sapi dan kambing menjelang kurban di Jalan Slamet Riyadi Palembang, Selasa (23/10). (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Warga beberapa kecamatan di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, resah dan hati-hati karena ternak mereka diduga terjangkit penyakit cacing hati.
"Selama memasuki musim penghujan akhir-akhir ini banyak ternak warga terjadi perubahan yaitu perut buncit dan bulunya tegak lurus," kata seorang pemilik ternak di Padang Guci Riswan ketika dihubungi dari Bengkulu, Selasa.
Ia mengatakan ternak yang mengalami ciri-ciri tersebut tidak mau makan sehingga badan kurus dan hanya perut yang membesar.
Melihat kondisi tersebut, para peternak melaporkan kepada penyuluh Dinas Kesehatan Hewan setempat dan diketahui bahwa ternak mereka terjangkit cacing hati.
"Kami khawatir penyakit itu menular pada sapi lainnya yang masih sehat dan minta bantuan obat dari instansi terkait," katanya.
Camat Tanjung Kemuning Saptiur ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa warga daerah itu mulai resah akan penyakit tersebut.
"Kami sudah melaporkan masalah itu ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat serta minta bantuan secepatnya untuk mengatasinya," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kaur Asmawan mengatakan ternak yang diduga terjangkit cacing hati itu terdapat di beberapa kecamatan.
Berdasarkan laporan petugas lapangan, ternak sapi yang terjangkit penyakit itu antara lain di Kecamatan Padang Guci, Kaur Utara, Kaur Selatan, dan Nasal.
"Kami sudah menurunkan tenaga ke beberapa kecamatan itu karena ada puluhan ekor ternak sapi warga terjangkit penyakit cacing hati tersebut," katanya.
Petugas membawa obat untuk disuntikan ke ternak tersebut, sedangkan penyebab terjangkit penyakit itu karena ternak makan rumput yang masih dalam kondisi basah setelah memasuki musim penghujan.
Para petani diimbau tidak melepas ternaknya pada pagi hari dan memberikan makan sapi dengan rumput yang tidak dalam kondisi basah, karena cacing rentan menjangkiti ternak mereka melalui rumput basah, katanya. (Ant)
"Selama memasuki musim penghujan akhir-akhir ini banyak ternak warga terjadi perubahan yaitu perut buncit dan bulunya tegak lurus," kata seorang pemilik ternak di Padang Guci Riswan ketika dihubungi dari Bengkulu, Selasa.
Ia mengatakan ternak yang mengalami ciri-ciri tersebut tidak mau makan sehingga badan kurus dan hanya perut yang membesar.
Melihat kondisi tersebut, para peternak melaporkan kepada penyuluh Dinas Kesehatan Hewan setempat dan diketahui bahwa ternak mereka terjangkit cacing hati.
"Kami khawatir penyakit itu menular pada sapi lainnya yang masih sehat dan minta bantuan obat dari instansi terkait," katanya.
Camat Tanjung Kemuning Saptiur ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa warga daerah itu mulai resah akan penyakit tersebut.
"Kami sudah melaporkan masalah itu ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat serta minta bantuan secepatnya untuk mengatasinya," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kaur Asmawan mengatakan ternak yang diduga terjangkit cacing hati itu terdapat di beberapa kecamatan.
Berdasarkan laporan petugas lapangan, ternak sapi yang terjangkit penyakit itu antara lain di Kecamatan Padang Guci, Kaur Utara, Kaur Selatan, dan Nasal.
"Kami sudah menurunkan tenaga ke beberapa kecamatan itu karena ada puluhan ekor ternak sapi warga terjangkit penyakit cacing hati tersebut," katanya.
Petugas membawa obat untuk disuntikan ke ternak tersebut, sedangkan penyebab terjangkit penyakit itu karena ternak makan rumput yang masih dalam kondisi basah setelah memasuki musim penghujan.
Para petani diimbau tidak melepas ternaknya pada pagi hari dan memberikan makan sapi dengan rumput yang tidak dalam kondisi basah, karena cacing rentan menjangkiti ternak mereka melalui rumput basah, katanya. (Ant)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OKU galakan vaksin SE selamatkan "kerbau pampangan" dari kepunahan
20 September 2024 13:34 WIB, 2024
Balai Karantina Sumsel turunkan tim mitigasi penyebaran penyakit SE pada kerbau
27 April 2024 6:51 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Daftar wilayah banjir Jakarta Minggu ini: Pela Mampang jadi titik terdalam hingga 150 cm
08 March 2026 8:13 WIB
Banjir terjang 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang, ketinggian air capai 1,5 meter
08 March 2026 7:22 WIB
Tim SAR gabungan selamatkan empat awak KLM Putra Kelana yang bocor di Natuna
06 March 2026 11:12 WIB
10 gajah ngamuk di Siak, ternyata demi selamatkan anak yang masuk tangki septik
22 February 2026 19:30 WIB