Jalan Soekarno-Hatta Palembang rawan kecelakaan
Sabtu, 13 Oktober 2012 23:48 WIB
Sekumpulan anak-anak menghabiskan waktu sore dengan bermain layangan di atas proyek pelebaran jalan Soekarno Hatta Palembang, Kamis (21/6). (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Jalan Soekarno Hatta Palembang, Sumatera Selatan, akses ke lintas timur Sumatera dan Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II licin pada saat hujan karena mengandung tanah merah dan pasir sehingga rawan kecelakaan lalu lintas.
Pantauan ANTARA di Jalan Soekarno Hatta terutama antara SPBU samping kolam pemancingan milik keluarga Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra hingga gudang perusahaan elektronik Sharp, Sabtu sore, ketika hujan deras menguyur kawasan tersebut terdapat beberapa pengemudi sepeda terbalik dan mobil pribadi tergelincir nyaris masuk ke selokan yang ada di pingggir jalan tersebut.
Jalan yang baru diaspal itu dikotori tanah merah atau pasir sisa kegiatan pembangunan jalan serta yang melekat di ban mobil proyek di kawasan Jalan Soekarno Hatta itu, tampak bercampur air hujan menjadi lapisan lumpur yang licin.
Salah seorang pengemudi sepeda motor Riduan mengatakan, jalan Soekarno Hatta ini sangat licin ketika diguyur hujan dan sulit mengendalikan laju kendaraan di atas jalan yang telah digenangi air hujan yang bercampur tanah merah dan pasir.
"Saya hampir ditabrak truk karena sepeda motor yang dikemudikan ketika melintasi jalan ini tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terbalik," ujar Riduan prihatin.
Warga lainnya yang juga Ketua Garda Muda Nasional Sumsel Yudi F Bram mengatakan, mobilnya juga hampir masuk ke selokan Jalan Soekarno Hatta karena ketika mengerem rodanya selip dan liar sehingga tidak bisa dikemudikan dengan baik.
Kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengemudi kendaraan bermotor baik roda dua dan empat, untuk itu bagi masyarakat yang sering melintasi jalan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat hujan.
Selain itu diharapkan kepada Pemerintah Kota Palembang dan pihak pelaksana proyek pembangunan jalan yang sekarang ini sedang dalam tahap penyelesaian akhir untuk membersihkan jalan dari tanah merah dan pasir yang bisa menjadi lumpur ketika hujan turun, kata dia.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menegaskan, akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang kendaraan proyeknya terbukti mengotori jalan aspal kota yang dipimpinnya itu.
Untuk mencegah agar jalan tidak kotor dan timbulnya kecelakaan lalu lintas, diwajibkan kepada pengemudi kendaraan proyek atau truk pengangkut tanah ketika akan memasuki jalan raya beraspal agar terlebih dahulu membersihkan rodanya dari tanah merah dan pasir, ujar orang nomor satu di Bumi Sriwijaya itu. (ANT/Y009)
Pantauan ANTARA di Jalan Soekarno Hatta terutama antara SPBU samping kolam pemancingan milik keluarga Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra hingga gudang perusahaan elektronik Sharp, Sabtu sore, ketika hujan deras menguyur kawasan tersebut terdapat beberapa pengemudi sepeda terbalik dan mobil pribadi tergelincir nyaris masuk ke selokan yang ada di pingggir jalan tersebut.
Jalan yang baru diaspal itu dikotori tanah merah atau pasir sisa kegiatan pembangunan jalan serta yang melekat di ban mobil proyek di kawasan Jalan Soekarno Hatta itu, tampak bercampur air hujan menjadi lapisan lumpur yang licin.
Salah seorang pengemudi sepeda motor Riduan mengatakan, jalan Soekarno Hatta ini sangat licin ketika diguyur hujan dan sulit mengendalikan laju kendaraan di atas jalan yang telah digenangi air hujan yang bercampur tanah merah dan pasir.
"Saya hampir ditabrak truk karena sepeda motor yang dikemudikan ketika melintasi jalan ini tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terbalik," ujar Riduan prihatin.
Warga lainnya yang juga Ketua Garda Muda Nasional Sumsel Yudi F Bram mengatakan, mobilnya juga hampir masuk ke selokan Jalan Soekarno Hatta karena ketika mengerem rodanya selip dan liar sehingga tidak bisa dikemudikan dengan baik.
Kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengemudi kendaraan bermotor baik roda dua dan empat, untuk itu bagi masyarakat yang sering melintasi jalan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat hujan.
Selain itu diharapkan kepada Pemerintah Kota Palembang dan pihak pelaksana proyek pembangunan jalan yang sekarang ini sedang dalam tahap penyelesaian akhir untuk membersihkan jalan dari tanah merah dan pasir yang bisa menjadi lumpur ketika hujan turun, kata dia.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra menegaskan, akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang kendaraan proyeknya terbukti mengotori jalan aspal kota yang dipimpinnya itu.
Untuk mencegah agar jalan tidak kotor dan timbulnya kecelakaan lalu lintas, diwajibkan kepada pengemudi kendaraan proyek atau truk pengangkut tanah ketika akan memasuki jalan raya beraspal agar terlebih dahulu membersihkan rodanya dari tanah merah dan pasir, ujar orang nomor satu di Bumi Sriwijaya itu. (ANT/Y009)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi selidiki kecelakaan mobil tabrak fasilitas umum di Jalan Gatot Subroto
27 September 2026 17:04 WIB
Hendro Yap dan Violine Intan pecahkan Rekornas jalan cepat di Asian Games 2026
23 September 2026 10:20 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB
Satlantas Polres Banyuasin bagikan 1.000 bendera Merah Putih ke pengguna Jalan Lintas Timur
18 August 2026 19:57 WIB
Pemkot Palembang bagikan 5.000 bendera Merah Putih gratis sambut HUT Ke-81 RI
14 August 2026 20:16 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Kabupaten Muara Enim diproyeksikan jadi daerah penopang industri bioetanol
28 September 2026 9:17 WIB
Kilang Plaju Palembang salurkan bantuan logistik dan sembako bagi korban gempa NTT
27 September 2026 12:44 WIB
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB