Mahasiswa terima bantuan modal usaha
Selasa, 9 Oktober 2012 16:37 WIB
Afrian Joni (Foto Antarasumsel.com/Dolly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan peduli terhadap sejumlah mahasiswa berwirausaha, dengan membantu peralatan dan modal usaha atas produk hasil kreatifitas diciptakan, kata Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Afrian Joni.
"Pada awal September lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Sumsel menjalankan program kewirausahaan muda dan mendapatkan delapan jenis usaha buah karya mahasiswa tingkat akhir yang layak dikembangkan," kata Joni ketika ditanya upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kreatif di Palembang, Selasa.
Ia menuturkan, delapan jenis usaha itu merupakan hasil seleksi tim juri yang memang layak dikembangkan menjadi suatu Industri Kecil dan Menengah (IKM).
"Seleksi berlangsung cukup ketat karena dari 30 jenis usaha, hanya 8 yang dinilai layak untuk direalisasikan. Para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Sumsel itu melakukan persentase di hadapan juri," ujarnya.
Ia menginformasikan, dari delapan jenis usaha itu, di antaranya pemanfaatan biji karet menjadi tepung, pembuatan alat pemberian pakan ternak ikan, serta pembuatan beragam jenis bakso (makanan) yang berbahan ketela pohon.
"Biji karet bisa dimanfaatkan berdasarkan hasil uji coba mahasiswa Universitas Sriwijaya yang mengubah menjadi tepung dan minyak dengan cara melakukan proses pemisahan cianida," katanya.
Pemerintah daerah tertarik mengembangkannya, karena memiliki prospek pada masa mendatang, mengingat biji karet itu harus diambil petani agar tidak tumbuh pada lahan.
Ia menilai, pembuatan tepung itu dapat dijadikan usaha sampingan para petani karet.
"Paling menarik yakni hasil inovasi mahasiswa Teknik Elektro Unsri dengan membuat alat pemberian pakan ternak ikan yang bisa mengatur waktu dan jumlahnya. Jika saatnya memberikan makan maka pakan akan keluar dengan sendirinya, peralatan ini pun layak dijual dan diproduksi besar-besaran," ujarnya.
Industri kreatif yang berbasis pada kemampuan Sumber Daya Manusia itu diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dan mengoptimalkan kekayaan alam di Sumsel.
Pemerintah daerah memberikan bantuan berupa peralatan seperti untuk wirausaha biji karet diberikan alat penghancur, bergitu pula dengan wirausaha lainnya.
Menurutnya, program kewirausahaan muda ini akan dijalankan secara berkesinambungan untuk memacu perkembangan Industri Kecil dan Menengah di Sumsel.
"Pemerintah ingin mendorong anak muda tidak mencari kerja, tapi membuka lapangan kerja. Pemerintah siap memberikan bantuan peralatan dan modal kerja dengan cara mengikuti program kewirausahaan yang diadakan setiap tahun oleh Disperindag," ujarnya. (ANT/Dolly)
"Pada awal September lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Sumsel menjalankan program kewirausahaan muda dan mendapatkan delapan jenis usaha buah karya mahasiswa tingkat akhir yang layak dikembangkan," kata Joni ketika ditanya upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kreatif di Palembang, Selasa.
Ia menuturkan, delapan jenis usaha itu merupakan hasil seleksi tim juri yang memang layak dikembangkan menjadi suatu Industri Kecil dan Menengah (IKM).
"Seleksi berlangsung cukup ketat karena dari 30 jenis usaha, hanya 8 yang dinilai layak untuk direalisasikan. Para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Sumsel itu melakukan persentase di hadapan juri," ujarnya.
Ia menginformasikan, dari delapan jenis usaha itu, di antaranya pemanfaatan biji karet menjadi tepung, pembuatan alat pemberian pakan ternak ikan, serta pembuatan beragam jenis bakso (makanan) yang berbahan ketela pohon.
"Biji karet bisa dimanfaatkan berdasarkan hasil uji coba mahasiswa Universitas Sriwijaya yang mengubah menjadi tepung dan minyak dengan cara melakukan proses pemisahan cianida," katanya.
Pemerintah daerah tertarik mengembangkannya, karena memiliki prospek pada masa mendatang, mengingat biji karet itu harus diambil petani agar tidak tumbuh pada lahan.
Ia menilai, pembuatan tepung itu dapat dijadikan usaha sampingan para petani karet.
"Paling menarik yakni hasil inovasi mahasiswa Teknik Elektro Unsri dengan membuat alat pemberian pakan ternak ikan yang bisa mengatur waktu dan jumlahnya. Jika saatnya memberikan makan maka pakan akan keluar dengan sendirinya, peralatan ini pun layak dijual dan diproduksi besar-besaran," ujarnya.
Industri kreatif yang berbasis pada kemampuan Sumber Daya Manusia itu diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dan mengoptimalkan kekayaan alam di Sumsel.
Pemerintah daerah memberikan bantuan berupa peralatan seperti untuk wirausaha biji karet diberikan alat penghancur, bergitu pula dengan wirausaha lainnya.
Menurutnya, program kewirausahaan muda ini akan dijalankan secara berkesinambungan untuk memacu perkembangan Industri Kecil dan Menengah di Sumsel.
"Pemerintah ingin mendorong anak muda tidak mencari kerja, tapi membuka lapangan kerja. Pemerintah siap memberikan bantuan peralatan dan modal kerja dengan cara mengikuti program kewirausahaan yang diadakan setiap tahun oleh Disperindag," ujarnya. (ANT/Dolly)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKOW Sumsel latih perempuan buat 'chunky bag' untuk dorong ekonomi keluarga
25 September 2026 20:02 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Disdik Sumsel evaluasi pembelajaran jarak jauh tingkat SMA terkait kabut asap
12 September 2026 19:16 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Pemkot Palembang cegah stunting jalankan program pemberian makanan tambahan
24 September 2026 22:04 WIB