Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Sepasang gajah hiburan Pasir Putih, Kawasan obyek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu masih belajar naik mobil, untuk diangkut ke Pusat Latihan Gajah Seblat, kabupaten Bengkulu utara.
Dua ekor gajah hiburan itu sudah diserahkan manajemen Pasir Putih ke Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA) Bengkulu, kata Kepala BKSDA Bengkulu Anggoro Dwi Sujiarto, Jumat.
Ia mengatakan, sepasang gajah itu sebetulnya sudah diangkut ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebelat beberapa hari lalu, namun berhubung tidak mau naik mobil maka ditunda.
Sekarang masih pengenalan dan belajar naik mobil, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa diangkut dengan kendaraan truk berukuran besar.
Jarak tempuh Kota Bengkulu-Seblat sekitar 110 kilometer dan perlu pengamanan khusus, sehingga sampai di lokasi bisa berjalan lancar.
Sebetulnya dua gajah itu akan dikembalikan ke PLG Way Kambas Lampung, mengingat lokasinya cukup jauh maka diamankan di PLg Seblat Bengkulu, katanya.
Kabag Tata Usaha BKSDA Bengkulu Supartono ketika dihubungi mengatakan, gajah itu dikembalikan manajemen Pasir Putih ke BKSDA karena bermasalah beberapa bulan lalu.
Seekor gajah jantan itu mengamuk dan membunuh seorang mahasiswa tengah melakukan kema Pramuka di hutan Taman wisata Alam (TWA) pantai panjang.
Mestinya gajah itu tidak boleh dilepas pada TWA tersebut dan tetap dikandangkan dibelakang kantor Pasir Putih, namun lagi apes maka terjadi kecelakaan.
Manajemen pasir putih enggan disebutkan namanya mengatakan, dua ekor gajah itu dipinjam dari PLG Way Kambas, Lampung sekitar 16 tahun silam.
Saat itu kondisinya masih anak-anak dan sekarang keduanya sudah dewasa, setiap hari libur kedua gajah itu melayani tamu untuk keliling kawasan pasir putih setempat.
Setiap melakukan atraksi kedua gajah itu menghasilkan sekitar Rp500 ribu karena pengunjung ingin merasakan naik gajah.
Tapi setelah musibah itu terjadi, kedua gajah tersebut tidak mungkin dijadikan untuk berbagai peragaan lagi, ujarnya. (ANT/z005)
Dua ekor gajah hiburan itu sudah diserahkan manajemen Pasir Putih ke Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA) Bengkulu, kata Kepala BKSDA Bengkulu Anggoro Dwi Sujiarto, Jumat.
Ia mengatakan, sepasang gajah itu sebetulnya sudah diangkut ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebelat beberapa hari lalu, namun berhubung tidak mau naik mobil maka ditunda.
Sekarang masih pengenalan dan belajar naik mobil, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa diangkut dengan kendaraan truk berukuran besar.
Jarak tempuh Kota Bengkulu-Seblat sekitar 110 kilometer dan perlu pengamanan khusus, sehingga sampai di lokasi bisa berjalan lancar.
Sebetulnya dua gajah itu akan dikembalikan ke PLG Way Kambas Lampung, mengingat lokasinya cukup jauh maka diamankan di PLg Seblat Bengkulu, katanya.
Kabag Tata Usaha BKSDA Bengkulu Supartono ketika dihubungi mengatakan, gajah itu dikembalikan manajemen Pasir Putih ke BKSDA karena bermasalah beberapa bulan lalu.
Seekor gajah jantan itu mengamuk dan membunuh seorang mahasiswa tengah melakukan kema Pramuka di hutan Taman wisata Alam (TWA) pantai panjang.
Mestinya gajah itu tidak boleh dilepas pada TWA tersebut dan tetap dikandangkan dibelakang kantor Pasir Putih, namun lagi apes maka terjadi kecelakaan.
Manajemen pasir putih enggan disebutkan namanya mengatakan, dua ekor gajah itu dipinjam dari PLG Way Kambas, Lampung sekitar 16 tahun silam.
Saat itu kondisinya masih anak-anak dan sekarang keduanya sudah dewasa, setiap hari libur kedua gajah itu melayani tamu untuk keliling kawasan pasir putih setempat.
Setiap melakukan atraksi kedua gajah itu menghasilkan sekitar Rp500 ribu karena pengunjung ingin merasakan naik gajah.
Tapi setelah musibah itu terjadi, kedua gajah tersebut tidak mungkin dijadikan untuk berbagai peragaan lagi, ujarnya. (ANT/z005)