Bulog siapkan operasi pasar beras
Senin, 17 September 2012 17:14 WIB
Beras tersedia di gudang bulog (FOTO ANTARA)
Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Bulog Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, saat ini tengah menyiapkan operasi pasar guna menekan kenaikan harga jual beras di pasaran.
"Pihak Bulog masih menunggu permintaan resmi dari Pemkot Lubuklinggau dan Pemkab Musi Rawas, guna menggelar operasi pasar. Karena tanpa permintaan resmi operasi pasar tidak bisa dilakukan, walaupun saat ini perkembangan harga beras di pasaran mengalami kenaikan," kata Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Perum Bulog Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas, M Ludi, Senin.
Surat permintaan resmi dari kedua pemerintah di daerah tersebut kata dia, sebagai bahan pertimbangan pihaknya guna menggelar operasi pasar bersama dengan dinas instansi terkait pada kedua daerah itu bertindak sebagai penyedia beras sedangkan pelaksananya dari instansi/dinas terkait pada kedua daerah.
Perkembangan harga jual beras di kedua daerah saat ini tambah dia, untuk kelas medium dijual pada kisaran Rp7.000 per kg, sedangkan kelas premium rata-rata dijual Rp9.000 per kg. Harga jual beras kedua kelas ini, tergolong tinggi sehingga harus ditekan untuk beras kelas medium di bawah Rp7.000 per kg, sehingga sampai di tingkat pedagang eceran di bawah Rp8.000 per kg.
Adanya kenaikan harga jual beras ini selain akibat pengaruh musim kemarau sehingga banyak sawah petani yang gagal panen, juga adanya pengeringan irigasi Kelingi untuk pengairan sawah di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Sementara itu untuk stok beras kedua daerah di gudang Bulog setempat saat ini terdapat 1.000 ton, dan stok tambahan yang sedang dalam perjalanan dari Palembang sebanyak 1.000 ton. Stok yang ada ini diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat dalam kedua daerah untuk dua bulan ke depan. (KR-NMD/N001/Ant)
"Pihak Bulog masih menunggu permintaan resmi dari Pemkot Lubuklinggau dan Pemkab Musi Rawas, guna menggelar operasi pasar. Karena tanpa permintaan resmi operasi pasar tidak bisa dilakukan, walaupun saat ini perkembangan harga beras di pasaran mengalami kenaikan," kata Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Perum Bulog Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas, M Ludi, Senin.
Surat permintaan resmi dari kedua pemerintah di daerah tersebut kata dia, sebagai bahan pertimbangan pihaknya guna menggelar operasi pasar bersama dengan dinas instansi terkait pada kedua daerah itu bertindak sebagai penyedia beras sedangkan pelaksananya dari instansi/dinas terkait pada kedua daerah.
Perkembangan harga jual beras di kedua daerah saat ini tambah dia, untuk kelas medium dijual pada kisaran Rp7.000 per kg, sedangkan kelas premium rata-rata dijual Rp9.000 per kg. Harga jual beras kedua kelas ini, tergolong tinggi sehingga harus ditekan untuk beras kelas medium di bawah Rp7.000 per kg, sehingga sampai di tingkat pedagang eceran di bawah Rp8.000 per kg.
Adanya kenaikan harga jual beras ini selain akibat pengaruh musim kemarau sehingga banyak sawah petani yang gagal panen, juga adanya pengeringan irigasi Kelingi untuk pengairan sawah di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas.
Sementara itu untuk stok beras kedua daerah di gudang Bulog setempat saat ini terdapat 1.000 ton, dan stok tambahan yang sedang dalam perjalanan dari Palembang sebanyak 1.000 ton. Stok yang ada ini diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat dalam kedua daerah untuk dua bulan ke depan. (KR-NMD/N001/Ant)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyaluran beras SPHP Bulog Sumsel Babel tembus 26 ribu ton hingga Agustus 2026
28 August 2026 8:07 WIB
Bulog OKU siapkan 1.418 ton beras bantuan pangan untuk 47.288 penerima manfaat
13 August 2026 7:45 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
PNM Palembang salurkan bantuan sumur bor dan menara air di Tungkal Jaya Muba
25 September 2026 19:46 WIB
Kolaborasi TNI AU dan APP Group perkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan
25 September 2026 19:38 WIB
Pemprov Sumsel ajak perkantoran swasta pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
24 September 2026 22:11 WIB
Pemkot Palembang cegah stunting jalankan program pemberian makanan tambahan
24 September 2026 22:04 WIB