Sumsel khawatir pertandingan menembak tak maksimal
Senin, 3 September 2012 9:03 WIB
Tim atlet menembak Sumsel membidik sasaran tembak pada latihan nomer Air Pistol dan Air rifle Match di shooting range Jakabaring Sport City Palembang, Minggu (2/9) (FOTO ANTARA/Feny Selly)
Palembang (ANTARA Sumsel) - KONI Sumatera Selatan menyatakan khawatir pertandingan cabang olahraga menembak tidak bisa maksimal, karena sekarang ini tempat bertanding itu pembangunannya masih dalam tahap penyelesaian.
Kalau memang dipertandingkan dengan tempat seadanya maka sistem perhitungan kemungkinan hanya dilaksanakan secara manual, kata Wakil Ketua Umum KONI Sumsel Dhennie Zainal kepada wartawan di Palembang, Senin.
Hal ini terlihat dalam peninjauan lalu, cabang olahraga menembak fasilitasnya masih mengkhawatirkan karena dalam tahap pengerjaan sementara PON tinggal beberapa hari lagi.
Jadi melihat kondisi tersebut maka pihaknya khawatir cabang olahraga salah satu andalan Sumsel itu tidak bisa maksimal saat bertanding pada pesta olahraga empat tahunan mendatang.
Apalagi bila perhitungan hasil pertandingan masih dilaksanakan secara manual sehingga prestasi atlet diragukan, kata dia.
Menurut dia, cabang olahraga menembak punya peluang merebut medali pada PON nanti, karena atletnya bukan saja berpengalaman di tingkat nasional tetapi juga di SEA Games.
Namun, kata dia, walaupun kondisi lapangan belum begitu mendukung untuk bertanding secara maksimal tetapi pihaknya tetap memotivasi atlet.
Dikemukakannya, tim menembak Sumsel sebelum diturunkan pada PON di Riau, sudah melakukan persiapan sejak jauh hari, sehingga diharapkan bisa tampil berprestasi memboyong sejumlah medali emas.
Sebelumnya Ketua Harian KONI Sumsel dr Aidit Aziz mengatakan, tim Sumsel yang berkekuatan sebanyak 271 atlet dan 84 pelatih dierencanakan berangkat menuju Riau pada Jumat (7/9).
Atlet Sumsel yang akan berlaga di PON itu sudah diebekali motivasi dan disiplin oleh prajurit TNI, tambah dia.
(U005)
Kalau memang dipertandingkan dengan tempat seadanya maka sistem perhitungan kemungkinan hanya dilaksanakan secara manual, kata Wakil Ketua Umum KONI Sumsel Dhennie Zainal kepada wartawan di Palembang, Senin.
Hal ini terlihat dalam peninjauan lalu, cabang olahraga menembak fasilitasnya masih mengkhawatirkan karena dalam tahap pengerjaan sementara PON tinggal beberapa hari lagi.
Jadi melihat kondisi tersebut maka pihaknya khawatir cabang olahraga salah satu andalan Sumsel itu tidak bisa maksimal saat bertanding pada pesta olahraga empat tahunan mendatang.
Apalagi bila perhitungan hasil pertandingan masih dilaksanakan secara manual sehingga prestasi atlet diragukan, kata dia.
Menurut dia, cabang olahraga menembak punya peluang merebut medali pada PON nanti, karena atletnya bukan saja berpengalaman di tingkat nasional tetapi juga di SEA Games.
Namun, kata dia, walaupun kondisi lapangan belum begitu mendukung untuk bertanding secara maksimal tetapi pihaknya tetap memotivasi atlet.
Dikemukakannya, tim menembak Sumsel sebelum diturunkan pada PON di Riau, sudah melakukan persiapan sejak jauh hari, sehingga diharapkan bisa tampil berprestasi memboyong sejumlah medali emas.
Sebelumnya Ketua Harian KONI Sumsel dr Aidit Aziz mengatakan, tim Sumsel yang berkekuatan sebanyak 271 atlet dan 84 pelatih dierencanakan berangkat menuju Riau pada Jumat (7/9).
Atlet Sumsel yang akan berlaga di PON itu sudah diebekali motivasi dan disiplin oleh prajurit TNI, tambah dia.
(U005)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lampung dan Banten jadi calon tunggal tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional 2032
06 April 2026 14:44 WIB
KPK sita dokumen PON Papua 2021, terkait korupsi dana hibah Pemprov Jatim
17 April 2025 5:44 WIB, 2025
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Liga Champions: Ferran Torres "hattrick", PSG libas Slovan Bratislava 6-1
10 September 2026 9:09 WIB
Mourinho puji performa Trent Alexander-Arnold pada posisi baru di Real Madrid
09 September 2026 15:03 WIB
Liga Italia: AS Roma menang dramatis 2-1 atas Atalanta di Stadion Olimpico
06 September 2026 9:13 WIB