Gempa ratusan rumah rusak berat
Minggu, 19 Agustus 2012 22:45 WIB
Ilustrasi - bencana alam gempa (ANTARA FOTO)
Palu (ANTARA Sumsel) - Gempa bumi dengan kekuatan 6,2 Skala Richter yang terjadi pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 16.41 WITA tidak hanya mengguncang Kabupaten Sigi, tetapi sejumlah kabupaten lain di Sulteng yang menimbulkan korban jiwa dan ratusan rumah rusak berat dan ringan.
Wakil Bupati Sigi Livingstone Sango di Palu, Minggu mengatakan pemerintah daerah akan menanggung semua perawatan di rumah sakit bagi para korban gempa bumi di daerah itu.
"Pokoknya seluruh biaya rumah sakit korban gempa akan ditanggung Pemkab Sigi," katanya di Palu, Minggu malam.
Menurut dia, sudah menjadi kewajiban dari pemerintah Sigi untuk membantu dan meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang mengalami musibah gempa bumi.
Semua korban yang mengalami cidera serius telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu karena Pemkab Sigi belum punya rumah sakit sendiri.
Para korban yang sebelumnya dirawat di Puskesmas-Puskesmas di Kecamatan Gumbasa dan Kulawi telah dirujuk ke Palu agar mendapat penanganan lebih bagus.
Keluarga korban tidak perlu memikirkan untuk biaya rumah sakit, sebab pemerintah daerah akan menanggulanginya.
Secara rinci data kerusakan bangunan belum diketahui, sebab dua kecamatan yaitu Kulawi dan Lindu hingga kini belum bisa dijangkau kendaraan karena poros antara Tua-Sadaunta masih putus total tertimbung tanah longsor, pepohonan dan batu-batuan.
Yang pasti data sementara sudah sekitar 100 rumah yang rusak berat dan ringan.
Menurut dia, kemungkinan besar kerusakan bangunan maupun jumlah korban yang meninggal dan luka-luka masih bertambah, sebab sejumlah desa di Kecamatan Kulawi dan Lindu belum bisa dijangkau.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulteng pada Minggu sore telah mengirim sebuah alat beras ke lokasi gempa untuk membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor.
"Kita harap dalam waktu dekat ini jalan yang tertimbun sudah bisa dibersihkan sehingga arus kendaraan barang maupun penumpang kembali lancar," katanya.(T.BK03/Ant)
Wakil Bupati Sigi Livingstone Sango di Palu, Minggu mengatakan pemerintah daerah akan menanggung semua perawatan di rumah sakit bagi para korban gempa bumi di daerah itu.
"Pokoknya seluruh biaya rumah sakit korban gempa akan ditanggung Pemkab Sigi," katanya di Palu, Minggu malam.
Menurut dia, sudah menjadi kewajiban dari pemerintah Sigi untuk membantu dan meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang mengalami musibah gempa bumi.
Semua korban yang mengalami cidera serius telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu karena Pemkab Sigi belum punya rumah sakit sendiri.
Para korban yang sebelumnya dirawat di Puskesmas-Puskesmas di Kecamatan Gumbasa dan Kulawi telah dirujuk ke Palu agar mendapat penanganan lebih bagus.
Keluarga korban tidak perlu memikirkan untuk biaya rumah sakit, sebab pemerintah daerah akan menanggulanginya.
Secara rinci data kerusakan bangunan belum diketahui, sebab dua kecamatan yaitu Kulawi dan Lindu hingga kini belum bisa dijangkau kendaraan karena poros antara Tua-Sadaunta masih putus total tertimbung tanah longsor, pepohonan dan batu-batuan.
Yang pasti data sementara sudah sekitar 100 rumah yang rusak berat dan ringan.
Menurut dia, kemungkinan besar kerusakan bangunan maupun jumlah korban yang meninggal dan luka-luka masih bertambah, sebab sejumlah desa di Kecamatan Kulawi dan Lindu belum bisa dijangkau.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulteng pada Minggu sore telah mengirim sebuah alat beras ke lokasi gempa untuk membersihkan badan jalan yang tertimbun longsor.
"Kita harap dalam waktu dekat ini jalan yang tertimbun sudah bisa dibersihkan sehingga arus kendaraan barang maupun penumpang kembali lancar," katanya.(T.BK03/Ant)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kilang Plaju Palembang salurkan bantuan logistik dan sembako bagi korban gempa NTT
27 September 2026 12:44 WIB
Ketua DPD PDIP Sumsel instruksikan kader gotong royong bantu korban gempa NTT
15 August 2026 21:13 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB