Nilai tukar rupiah bergerak melemah
Senin, 13 Agustus 2012 10:43 WIB
Uang rupiah kertas pecahan Rp100.000. (FOTO Antarasumsel.com)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin pagi bergerak di
area negatif setelah pengumuman defisit neraca pembayaran Indonesia
triwulan II 2012, kata analis dari Samuel Sekuritas, Lana
Soelistianingsih.
Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp9.475 dari posisi Rp9.470 per dolar AS pada Senin pagi.
"Mata uang dalam negeri sedikit melemah terhadap dolar AS merespon defisit neraca pembayaran triwulan kedua tahun 2012," jelas Lana.
Ia menjelaskan, dalam hal ini Bank Indonesia sudah mengambil langkah menaikkan suku bunga Fasilitas Diskonto (FasBI) untuk mengantisipasi kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah akibat memburuknya neraca pembayaran.
"BI dan pemerintah mengambil langkah koordinasi untuk mengurangi tekanan terhadap neraca pembayaran," kata dia.
Pengamat pasar dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova juga mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan berada dalam kisaran sempit karena investor masih mengambil posisi menunggu.
"Langkah investor itu mengantisipasi perkiraan pasar terhadap AS yang akan melakukan pelonggaran kuantitatif (QE) ke-3," katanya.
Menurut dia, investor mengharapkan penerapan kebijakan tersebut karena data ekonomi AS yang cenderung kurang baik. (ANT/KR-ZMF)
Nilai tukar mata uang rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp9.475 dari posisi Rp9.470 per dolar AS pada Senin pagi.
"Mata uang dalam negeri sedikit melemah terhadap dolar AS merespon defisit neraca pembayaran triwulan kedua tahun 2012," jelas Lana.
Ia menjelaskan, dalam hal ini Bank Indonesia sudah mengambil langkah menaikkan suku bunga Fasilitas Diskonto (FasBI) untuk mengantisipasi kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah akibat memburuknya neraca pembayaran.
"BI dan pemerintah mengambil langkah koordinasi untuk mengurangi tekanan terhadap neraca pembayaran," kata dia.
Pengamat pasar dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova juga mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan berada dalam kisaran sempit karena investor masih mengambil posisi menunggu.
"Langkah investor itu mengantisipasi perkiraan pasar terhadap AS yang akan melakukan pelonggaran kuantitatif (QE) ke-3," katanya.
Menurut dia, investor mengharapkan penerapan kebijakan tersebut karena data ekonomi AS yang cenderung kurang baik. (ANT/KR-ZMF)
Pewarta :
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Moneter
Lihat Juga
Pemkab Muara Enim dan Kapolda Sumsel tanam bawang putih serentak di Semende Darat Tengah
19 August 2026 11:18 WIB