Palembang (ANTARA Sumsel) - Warung internet yang menawarkan fasilitas 'game online' di Palembang, Sumatera Selatan, "menjamur", hampir di setiap kawasan permukiman penduduk terdapat fasilitas permainan tersebut.
Sebagaimana terjadi hari Minggu ini, banyak warung internet (Warnet) di Palembang tampak ramai dipadati anak-anak usia SD dan SMP untuk bermain secara 'online'.
Tetapi, dari pantauan ANTARA, banyak juga orang dewasa harus mengantre menggunakan internet jika ingin mengirim surat elektronik atau hanya sekedar mencari informasi serta berkomunikasi di jejaring sosial.
Salah seorang pengelola Warnet di kawasan Plaju, Sukamto mengatakan, pengguna internet di tempat usahanya cukup ramai, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Sebelum maraknya 'game online', menurutnya, Warnet hanya dipenuhi orang dewasa, tetapi kini pengguna internet justru sebaliknya, didominasi oleh anak-anak.
"Apa lagi pada hari libur seperti sekarang ini harus antrean," katanya.
Tarif menyewa perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan internet di Warnet, lanjutnya, cukup terjangkau oleh anak-anak, yakni setiap pengguna dikenakan bayaran Rp3.500,- per jam.
Pengelola Warnet lainnya di kawasan Kertapati, Junaidi mengatakan, Warnet dengan fasilitas 'game online' dalam dua tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat di Palembang.
Warnet 'game online' diperkirakan akan berkembang lagi karena penggunanya terus meningkat, seiring semakin banyaknya masyarakat melek teknologi atau mengerti cara menggunakan perangkat komputer maupun internet.
Mengenai besarnya biaya sewa penggunaaan komputer dan internet, menurutnya, setiap jamnya dikenakan Rp5.000.
"Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini, yakni dengan mengoperasikan 20 unit komputer, bisa mencapai Rp10 juta per bulan," ujar Junaidi.
Sementara Kevin, salah seorang pelajar SMP yang menjadi pelanggan Warnet mengatakan, bermain 'game online' di sini sangat menyenangkan dan cukup seru, karena bisa bersama-sama teman untuk saling unjuk ketangkasan.
"Saya main 'game online' di Warnet bersama rombongan dan patungan untuk membayar sewa, agar bisa bermain lebih dari dua jam," kata Kevin yang merupakan salah satu penggemar berat 'game online' itu.(Y009)
Sebagaimana terjadi hari Minggu ini, banyak warung internet (Warnet) di Palembang tampak ramai dipadati anak-anak usia SD dan SMP untuk bermain secara 'online'.
Tetapi, dari pantauan ANTARA, banyak juga orang dewasa harus mengantre menggunakan internet jika ingin mengirim surat elektronik atau hanya sekedar mencari informasi serta berkomunikasi di jejaring sosial.
Salah seorang pengelola Warnet di kawasan Plaju, Sukamto mengatakan, pengguna internet di tempat usahanya cukup ramai, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Sebelum maraknya 'game online', menurutnya, Warnet hanya dipenuhi orang dewasa, tetapi kini pengguna internet justru sebaliknya, didominasi oleh anak-anak.
"Apa lagi pada hari libur seperti sekarang ini harus antrean," katanya.
Tarif menyewa perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan internet di Warnet, lanjutnya, cukup terjangkau oleh anak-anak, yakni setiap pengguna dikenakan bayaran Rp3.500,- per jam.
Pengelola Warnet lainnya di kawasan Kertapati, Junaidi mengatakan, Warnet dengan fasilitas 'game online' dalam dua tahun terakhir mengalami pertumbuhan pesat di Palembang.
Warnet 'game online' diperkirakan akan berkembang lagi karena penggunanya terus meningkat, seiring semakin banyaknya masyarakat melek teknologi atau mengerti cara menggunakan perangkat komputer maupun internet.
Mengenai besarnya biaya sewa penggunaaan komputer dan internet, menurutnya, setiap jamnya dikenakan Rp5.000.
"Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini, yakni dengan mengoperasikan 20 unit komputer, bisa mencapai Rp10 juta per bulan," ujar Junaidi.
Sementara Kevin, salah seorang pelajar SMP yang menjadi pelanggan Warnet mengatakan, bermain 'game online' di sini sangat menyenangkan dan cukup seru, karena bisa bersama-sama teman untuk saling unjuk ketangkasan.
"Saya main 'game online' di Warnet bersama rombongan dan patungan untuk membayar sewa, agar bisa bermain lebih dari dua jam," kata Kevin yang merupakan salah satu penggemar berat 'game online' itu.(Y009)