Dahlan akan tegur Direksi PLN
Jumat, 13 Juli 2012 16:59 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan saat menghadiri Pembukaan Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) di Palembang, Senin (11/6). (FOTO Antarasumsel.com/Aw)
Pekanbaru (ANTARA Sumsel) - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan berencana menegur jajaran Direksi PT PLN (Persero) terkait lambannya pemulihan distribusi listrik di wilayah Sumatra khususnya Riau yang dikabarkan belum mencapai seratus persen.
"Listrik adalah kebutuhan mendasar untuk menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Jadi harus segera digesah untuk mengoptimalkan program ini dari awal," kata Dahlan dalam pidatonya di acara Konferensi CEO Media dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Pekanbaru, Jumat.
Pada acara Rakernas SPS di Pekanbaru, selain Dahlah Iskan selaku Ketua Umum SPS dan Menteri Negara BUMN, juga turut hadir Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Gubernur Sumatra Selatan Alex Nurdin, dan sejumlah petinggi media grup seluruh Tanah Air.
Pernyataan Dahlan, adalah tanggapan atas pertanyaan peserta dalam acara tersebut yang mengungkap sejumlah program kelistrikan di Sumatra khususnya Riau berjalan lamban.
Dahlan mengakui sejauh ini memang belum melakukan evaluasi jauh terhadap seluruh program-program kelistrikan di Sumatra khususnya terkait pembangunan pembangkit guna memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Suamtra dan Riau.
Menurutnya, program pembangunan pembangkit di seluruh wilayah Sumatra khususnya Riau yakni di Dumai dan PLTU di Pekanbaru yang berkapasitas 2x10 Mega Watt (MW) adalah untuk mengoptimalkan distribusi listrik di wilayah Sumatra.
Jika setiap wilayah memiliki pembangkit, demikian Dahlan, maka distribusinya akan jauh lebih lancar dan optimal sehingga mampu untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat.
Seperti yang diketahui, kata dia, bahwa pasokan listrik di Sumara selama ini dibangun dengan sistem interkoneksi yang mengakibatkan jalur distribusi listrik begitu panjang.
Kondisi demikian menurutnya, mengakibatkan energi listrik turut berkurang diakibatkan adanya pemuaian pada jaringan listrik yang dialiri.
"Kondisi ini telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, dan makanya diadakan program pembangunan pembangkit untuk wilayah Sumatra guna meminimalisasi berkurangnya energi listrik akibat pemuaian itu dan untuk menunjang program MP3EI," katanya. (ANT)
"Listrik adalah kebutuhan mendasar untuk menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Jadi harus segera digesah untuk mengoptimalkan program ini dari awal," kata Dahlan dalam pidatonya di acara Konferensi CEO Media dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Pekanbaru, Jumat.
Pada acara Rakernas SPS di Pekanbaru, selain Dahlah Iskan selaku Ketua Umum SPS dan Menteri Negara BUMN, juga turut hadir Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Gubernur Sumatra Selatan Alex Nurdin, dan sejumlah petinggi media grup seluruh Tanah Air.
Pernyataan Dahlan, adalah tanggapan atas pertanyaan peserta dalam acara tersebut yang mengungkap sejumlah program kelistrikan di Sumatra khususnya Riau berjalan lamban.
Dahlan mengakui sejauh ini memang belum melakukan evaluasi jauh terhadap seluruh program-program kelistrikan di Sumatra khususnya terkait pembangunan pembangkit guna memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Suamtra dan Riau.
Menurutnya, program pembangunan pembangkit di seluruh wilayah Sumatra khususnya Riau yakni di Dumai dan PLTU di Pekanbaru yang berkapasitas 2x10 Mega Watt (MW) adalah untuk mengoptimalkan distribusi listrik di wilayah Sumatra.
Jika setiap wilayah memiliki pembangkit, demikian Dahlan, maka distribusinya akan jauh lebih lancar dan optimal sehingga mampu untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat.
Seperti yang diketahui, kata dia, bahwa pasokan listrik di Sumara selama ini dibangun dengan sistem interkoneksi yang mengakibatkan jalur distribusi listrik begitu panjang.
Kondisi demikian menurutnya, mengakibatkan energi listrik turut berkurang diakibatkan adanya pemuaian pada jaringan listrik yang dialiri.
"Kondisi ini telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, dan makanya diadakan program pembangunan pembangkit untuk wilayah Sumatra guna meminimalisasi berkurangnya energi listrik akibat pemuaian itu dan untuk menunjang program MP3EI," katanya. (ANT)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dahlan Iskan penuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus korupsi LNG di Pertamina
14 September 2023 11:32 WIB, 2023
Mantan Menteri BUMN: Pembentukan "superholding" BUMN belum mendesak
29 September 2020 8:11 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB