Menteri Pariwisata ikut memanen mutiara
Minggu, 1 Juli 2012 22:26 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu (Foto Antarasumsel.com/Aw)
Mataram (ANTARA Sumsel) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu ikut serta memanen mutiara pada Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF), di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu.
Panen mutiara itu berlangsung di lokasi LPSF di salah satu hotel di Mataram. Setelah ikut memanen, Mari meninjau stan perdagangan mutiara, yang sedang menggelar lelang.
Lelang mutiara itu mempertemukan penjual dari NTB, NTT, Bali, Maluku dan Papua, dengan pembeli dari Jepang, Singapura, Filipina, Tahiti, Australia, China dan Inggris.
Pada kesempatan itu, Mari menyampaikan harapannya agar upaya meningkatkan transaksi mutiara bukan hanya saat pelaksanaan LSPF, tetapi secara berkelanjutan pada berbagai kesempatan.
"Diharapkan transaksi terus berkelanjutan, dan memang perlu ada upaya mendatangkan nilai tambah, sehingga desainnya perhiasan mutiara harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Mari ingin Indonesia menjadi salah satu lokasi lelang mutiara secara berkelanjutan, dan Lombok merupakan salah satu lokasi yang sesuai karena potensial menghasilkan mutiara dalam jumlah banyak dan berkualitas.
"Intinya, bagaimana kita bisa dorong Lombok menjadi lokasi festival mutiara secara berkelanjutan, agar bisa menjadi objek wisata yang diwarnai kreatifitas yang terus berkembang," ujarnya.
Sementara itu, festival mutiara itu diikuti 31 pedagang mutiara yang terdiri dari 14 perusahaan perhiasan dan pengrajin mutiara menengah, 14 usaha kecil menengah (UKM) pengrajin mutiara, dan tiga gerai demo kerajinan khas Lombok seperti cukli, tenun dan gerabah.
LFPF 2012 ini adalah festifal ketiga yang diselenggarakan sejak 2010. Transaksi LSPF 2010 tercatat sebesar 47.425 dolar AS, dan pada 2011 sebesar 120.000 dolar AS. (ANT-A058)
Panen mutiara itu berlangsung di lokasi LPSF di salah satu hotel di Mataram. Setelah ikut memanen, Mari meninjau stan perdagangan mutiara, yang sedang menggelar lelang.
Lelang mutiara itu mempertemukan penjual dari NTB, NTT, Bali, Maluku dan Papua, dengan pembeli dari Jepang, Singapura, Filipina, Tahiti, Australia, China dan Inggris.
Pada kesempatan itu, Mari menyampaikan harapannya agar upaya meningkatkan transaksi mutiara bukan hanya saat pelaksanaan LSPF, tetapi secara berkelanjutan pada berbagai kesempatan.
"Diharapkan transaksi terus berkelanjutan, dan memang perlu ada upaya mendatangkan nilai tambah, sehingga desainnya perhiasan mutiara harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Mari ingin Indonesia menjadi salah satu lokasi lelang mutiara secara berkelanjutan, dan Lombok merupakan salah satu lokasi yang sesuai karena potensial menghasilkan mutiara dalam jumlah banyak dan berkualitas.
"Intinya, bagaimana kita bisa dorong Lombok menjadi lokasi festival mutiara secara berkelanjutan, agar bisa menjadi objek wisata yang diwarnai kreatifitas yang terus berkembang," ujarnya.
Sementara itu, festival mutiara itu diikuti 31 pedagang mutiara yang terdiri dari 14 perusahaan perhiasan dan pengrajin mutiara menengah, 14 usaha kecil menengah (UKM) pengrajin mutiara, dan tiga gerai demo kerajinan khas Lombok seperti cukli, tenun dan gerabah.
LFPF 2012 ini adalah festifal ketiga yang diselenggarakan sejak 2010. Transaksi LSPF 2010 tercatat sebesar 47.425 dolar AS, dan pada 2011 sebesar 120.000 dolar AS. (ANT-A058)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
10 besar Miss Grand International 2022 jadi duta pariwisata Indonesia
29 October 2022 13:42 WIB, 2022
Erick: Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung merupakan megaekosistem
13 January 2022 20:34 WIB, 2022
Erick Thohir: Expo 2020 Dubai peluang bangkitkan pariwisata Indonesia
05 November 2021 8:58 WIB, 2021
Menteri BUMN sebut investasi "Bakauheni Harbour City" capai Rp1 triliun
16 October 2021 21:34 WIB, 2021
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pertamina EP Adera Field berdayakan warga PALI buat kerajinan dari jerami padi
18 September 2026 18:27 WIB
Bank Sumsel Babel buka penawaran Sukuk Ritel SR025 berimbal hasil hingga 6,90 Persen
07 September 2026 12:36 WIB