Jaringan listrik pedesaan dipercepat
Rabu, 27 Juni 2012 15:35 WIB
Ilustrasi - Pembangunan jaringan listrik pedesaan dipercepat (FOTO ANTARA)
Jambi (ANTARA Sumsel) - Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi, Zumi Zola menyatakan, pihaknya tengah serius mendorong program percepatan Program jaringan listrik pedesaan di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi dipercepat sebagai bentuk keseriusan pihak pemerintah daerah setempat.
"Akan ada beberapa daerah pedesaan yang siap dengan jaringan listrik pada 2012. Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah setempat dalam upaya pemerataan jaringan listrik di seluruh pedesaan," kata Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola di Muarasabak, ibu kota kabupaten tersebut, Rabu.
Menurut dia, setidaknya akan ada tiga desa mulai tahuan 2012 ini yang siap dibangun jaringan listrik pedesaan di antaranya Desa Telago Lamo, Kelurahan Simpang, dan Desa Rantau Makmur.
"Ke tiga desa ini sebelumnya dijadwalkan dibangun jaringan listrik pada 2013, namun dengan adanya program percepatan, bisa diupayakan tahun 2012 bisa dibuka," kata bupati.
Bupati mengatakan, peningkatan infrastruktur baik jalan maupun jaringan listrik menjadi prioritas utama di daerah paling timur Provinsi Jambi itu.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang membentang di wilayah perairan laut dan sungai membutuhkan biaya besar dalam upaya peningkatan infrastruktur. Bahkan untuk peningkatan jalan dibutuhkan sedikitnya anggaran Rp300 miliar.
Sementara untuk peningkatan jaringan listrik, pemerintah kabupaten itu bersama PLN setempat sebelumnya tengah merancang, dan mengusulkan agar dibangun gardu induk untuk mengantisipasi agar distribusi listrik tetap lancar.
Berdasarkan data yang ada, pengembangan kelistrikan di kabupaten tersebut masih menggunakan sistem pembangkit tenaga diesel dan ketersediaan jaringan distribusi sangat terbatas.
Sementara, untuk jangka panjang pengembangan kelistrikan dilakukan melalui kesatuan sistem interkoneksi yang merupakan bagian dari interkoneksi listrik Pulau Sumatera, beroperasi 24 Jam di delapan kecamatan (73%) dan 43 desa/kelurahan (46,2 %).
Sedangkan untuk desa-desa sangat terisolir yang diestimasi selama 10 tahun ke depan belum mungkin tersambung jaringan interkoneksi, dibangun dan dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang jumlahnya telah terpasang 490 unit PLTS tersebar di sembilan desa dan satu unit PLTS pusat di Desa Sungai Rambut Kecamatan Berbak.
Semua kecamatan pada 2012 ini telah tersambung dengan jaringan interkoneksi Sumatera dan pada 2015 semua desa sudah mendapat aliran listrik, katanya.(Ant)
"Akan ada beberapa daerah pedesaan yang siap dengan jaringan listrik pada 2012. Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah setempat dalam upaya pemerataan jaringan listrik di seluruh pedesaan," kata Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola di Muarasabak, ibu kota kabupaten tersebut, Rabu.
Menurut dia, setidaknya akan ada tiga desa mulai tahuan 2012 ini yang siap dibangun jaringan listrik pedesaan di antaranya Desa Telago Lamo, Kelurahan Simpang, dan Desa Rantau Makmur.
"Ke tiga desa ini sebelumnya dijadwalkan dibangun jaringan listrik pada 2013, namun dengan adanya program percepatan, bisa diupayakan tahun 2012 bisa dibuka," kata bupati.
Bupati mengatakan, peningkatan infrastruktur baik jalan maupun jaringan listrik menjadi prioritas utama di daerah paling timur Provinsi Jambi itu.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang membentang di wilayah perairan laut dan sungai membutuhkan biaya besar dalam upaya peningkatan infrastruktur. Bahkan untuk peningkatan jalan dibutuhkan sedikitnya anggaran Rp300 miliar.
Sementara untuk peningkatan jaringan listrik, pemerintah kabupaten itu bersama PLN setempat sebelumnya tengah merancang, dan mengusulkan agar dibangun gardu induk untuk mengantisipasi agar distribusi listrik tetap lancar.
Berdasarkan data yang ada, pengembangan kelistrikan di kabupaten tersebut masih menggunakan sistem pembangkit tenaga diesel dan ketersediaan jaringan distribusi sangat terbatas.
Sementara, untuk jangka panjang pengembangan kelistrikan dilakukan melalui kesatuan sistem interkoneksi yang merupakan bagian dari interkoneksi listrik Pulau Sumatera, beroperasi 24 Jam di delapan kecamatan (73%) dan 43 desa/kelurahan (46,2 %).
Sedangkan untuk desa-desa sangat terisolir yang diestimasi selama 10 tahun ke depan belum mungkin tersambung jaringan interkoneksi, dibangun dan dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang jumlahnya telah terpasang 490 unit PLTS tersebar di sembilan desa dan satu unit PLTS pusat di Desa Sungai Rambut Kecamatan Berbak.
Semua kecamatan pada 2012 ini telah tersambung dengan jaringan interkoneksi Sumatera dan pada 2015 semua desa sudah mendapat aliran listrik, katanya.(Ant)
Pewarta :
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Cuaca ekstrem padamkan listrik di Lahat, PLN ULP Lembayung terjunkan 31 personel
20 August 2026 13:41 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB