Pepaya california lebih diminati
Minggu, 20 Mei 2012 20:36 WIB
Petani pepaya di kawasan Talang Jambe Palembang saat ini lebih fokus menanam pepaya california ketimbang bangkok karena lebih diminati warga (foto antarasumsel.com/Nila Fua'di)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Buah pepaya california sejak dua tahun ini mengalahkan komoditas serupa yang biasa disebut kates bangkok karena sangat diminati warga Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Andi (25) petani pepaya di kawasan Talang Jambe Palembang, Minggu, mengatakan saat ini lebih fokus menanam pepaya california ketimbang bangkok.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan pasar mereka tetap menanam pepaya bangkok meskipun satu berbanding 10 batang kates california.
Ia menjelaskan, sebenarnya mereka sudah lama menanam pepaya california yang bibitnya didatangkan dari Bogor Jawa Barat tetapi baru dua tahun ini dikenal masyarakat.
Sejak pepaya california dikenal kini permintaan akan komoditas itu meningkat signifikan.
Menurut dia, dulu mereka menanam pepaya california untuk menambah variasi tanaman saja karena prioritas masih kates bangkok.
Namun, kini permintaan pepaya california mengalahkan jenis lain.
Hal senada diungkapkan Rudi (25) petani pepaya mengaku kini konsentrasi menanam kates california yang setiap minggu mereka panen.
Seminggu sekali buah kaya vitamin A itu dipanen dan sekitar 200 kilogram dihasilkan dari sebanyak 150 pohon pepaya yang mereka tanam.
Dia menambahkan, biasanya saat panen pedagang pengumpul sudah menunggu dengan mendatangi kebun.
Pepaya itu dijual Rp5.000 per kilogram kepada pedagang yang kemudian dipasok ke pasar tradisional dan pasar modern.
Sementara harga pepaya california itu di pasar harganya mencapai Rp10.000 per kilogram.
Rasa yang manis dan tekstur yang renyah membuat penikmat pepaya memilih buah itu. (Nila)
Andi (25) petani pepaya di kawasan Talang Jambe Palembang, Minggu, mengatakan saat ini lebih fokus menanam pepaya california ketimbang bangkok.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan pasar mereka tetap menanam pepaya bangkok meskipun satu berbanding 10 batang kates california.
Ia menjelaskan, sebenarnya mereka sudah lama menanam pepaya california yang bibitnya didatangkan dari Bogor Jawa Barat tetapi baru dua tahun ini dikenal masyarakat.
Sejak pepaya california dikenal kini permintaan akan komoditas itu meningkat signifikan.
Menurut dia, dulu mereka menanam pepaya california untuk menambah variasi tanaman saja karena prioritas masih kates bangkok.
Namun, kini permintaan pepaya california mengalahkan jenis lain.
Hal senada diungkapkan Rudi (25) petani pepaya mengaku kini konsentrasi menanam kates california yang setiap minggu mereka panen.
Seminggu sekali buah kaya vitamin A itu dipanen dan sekitar 200 kilogram dihasilkan dari sebanyak 150 pohon pepaya yang mereka tanam.
Dia menambahkan, biasanya saat panen pedagang pengumpul sudah menunggu dengan mendatangi kebun.
Pepaya itu dijual Rp5.000 per kilogram kepada pedagang yang kemudian dipasok ke pasar tradisional dan pasar modern.
Sementara harga pepaya california itu di pasar harganya mencapai Rp10.000 per kilogram.
Rasa yang manis dan tekstur yang renyah membuat penikmat pepaya memilih buah itu. (Nila)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumsel kembangkan OKU Timur jadi sentra pepaya California
30 September 2022 21:38 WIB, 2022
25 Mahasiswa Indonesia dapat beasiswa studi di Universitas California
15 August 2022 23:10 WIB, 2022
Tumpahan minyak besar tersapu ke California, satwa-satwa liar mati berserakan di pantai
04 October 2021 7:48 WIB, 2021
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB