PJR kawal calon gubernur kampanye ke daerah

Palembang (ANTARA Sumsel) - Satuan Patroli Jalan Raya Polda Sumatera Selatan menyiapkan tim untuk melakukan pengawalan calon gubernur dan wakil gubernur setempat melakukan kampanye baik di dalam kota Palembang maupun ke berbagai daerah lainnya.  

Pengawalan dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran  lalu lintas para calon agar bisa melakukan kegiatan kampanye ke berbagai daerah secara aman serta sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada Mei hingga Juni 2013, kata Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Sumsel AKBP Eko Waluyo di sela-sela operasi di Palembang, Selasa.

Pengawalan dilakukan dengan menurunkan anggota yang menggunakan sepeda motor dan mobil patroli, disesuaikan dengan kondisi jalan dan jalur yang akan dilalui, katanya      

Dijelaskannya, kondisi arus lalu lintas di dalam Kota Palembang dan sejumlah ruas jalan lintas menuju kabupaten/kota di Sumsel sekarang ini cukup padat dan sering terjadi kemacetan.

Selain melakukan pengawalan, pihaknya juga berupaya melakukan pengaturan arus lalu lintas di jalur menuju lokasi kegiatan kampanye para peserta calon kepala daerah itu.

Kemudian menggelar operasi cipta kondisi di bidang lalu lintas seperti melakukan penertiban kendaraan yang tidak dilengkapi surat resmi, menindak pengemudi yang tidak disiplin dan tidak memiliki surat izin mengemudi, serta tindakan kepolisian lainnya, kata dia.

Menurut dia, dalam operasi tersebut pihaknya berupaya melakukan razia di sejumlah ruas jalan yang diduga berpotensi terjadinya pelanggaran aturan lalu lintas.

Melalui berbagai upaya dan tindakan kepolisian tersebut, diharapkan kondisi keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas di Sumsel bisa lebih baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan pesta demokrasi tersebut bisa berlangsung sesuai harapan semua masyarakat, kata Kasat PJR itu.

Calon peserta pilkada yang akan memperebuktan kursi gubernur dan wakil gubernur Sumsel pada 6 Juni 2013 itu ada empat pasang yakni Alex Noerdin-Ishak Mekki, Herman Deru-Maphilinda, Iskandar Hasan-Hafisz Thohir, dan Eddy Santana- Wiwiet Tatung.