Warga Palembang harapkan Pertamina tertibkan peredaran elpiji

Palembang (ANTARA Sumsel) - Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengharapkan pihak PT  Pertamina melakukan penertiban dan pengawasan secara serius peredaran gas elpiji terutama tabung ukuran 3 kilogram, karena diperdagangkan di atas harga eceran tertinggi.

"Sesuai ketentuan harga gas elpiji 3 kg tidak boleh dijual melebihi batas ketentuan yang telah ditetapkan Pertamina,  kenyataannya terjadi penyimpangan namun terkesan dibiarkan saja," ujar Riki, warga Perumnas Sako Kenten di Palembang, Senin.  

Menurut dia, harga gas elpiji isi 3 kg di wilayah permukimannya sekarang ini telah mencapai Rp20.000 per tabung, padahal biasanya paling mahal Rp14.000 per tabung.

Tingginya harga gas elpiji tersebut dipengaruhi sulitnya mendapatkan barang bersubsidi itu di tingkat pangkalan gas elpiji resmi binaan Pertamina dan warung penyedia kebutuhan pokok yang ada di sekitar lingkungan permukiman penduduk setempat.

Masalah tingginya harga jual gas elpiji 3 kg dan sulitnya diperoleh di pasaran, seharusnya tidak terjadi jika sistem pengawasan dan pasokan barang ke tingkat pangkalan resmi diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak berlarut-larut dan semakin merugikan masyarakat,  perlu segera dicarikan solusi yang tepat dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan barang bersubsidi itu, ujarnya.

Sebelumnya Risdan warga kota lainnya mengeluhkan akhir-akhir ini semakin sulit mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram akibat persediaan di pangkalan gas dan warung sekitar permukiman warga terbatas.

Masalah kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 3 kilogram telah dirasakan sejak Maret 2013 dan hingga April ini kondisinya semakin parah.

Dijelaskannya, warung penjual berbagai kebutuhan pokok yang ada di kawasan permukimannya biasanya paling sedikit memiliki persediaan 10 tabung gas elpiji 3 kg yang setiap saat bisa dibeli penduduk setempat untuk kebutuhan rumah tangga dan membuat usaha makanan.

Namun sekarang pasokan ke warung tersebut tersendat, sehingga warga saat kehabisan gas elpiji 3 kg itu harus mencari ke kawasan permukiman lain yang cukup jauh lokasinya dengan harga yang lebih mahal.

"Harga gas elpiji bersubsidi 3 kg di pasaran mengalami kenaikan yang cukup tinggi menjadi sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabung, padahal sesuai ketentuan HET sebesar Rp14.000 per tabung," katanya.