Minggu, 24 September 2017

Geopark Merangain berpeluang diakui UNESCO

id Geopark, Tasbir, Asisten Deputi Pengembangan Sekmen Pasar Bisnis Kementerian Pariwisata, Bupati Merangin, Al Haris, fosil kayu,
Geopark Merangain berpeluang diakui UNESCO
Asisten Deputi Pengembangan Sekmen Pasar Bisnis Kementerian Pariwisata, Tasbir, mendengarkan paparan Bupati Merangin Al Haris terkait fosil kayu yang sudah membatu . (ANTARA/Dodi Saputra))
Jambi (ANTARA Sumsel) - Asisten Deputi Pengembangan Sekmen Pasar Bisnis Kementerian Pariwisata, Tasbir, mengatakan Taman Bumi Geopark) Merangin, Provinsi Jambi, berpeluang diakui UNESCO karena menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Geopark Merangin berpeluang menjadi salah satu geopark yang duakui UNESCO karena itu kawasan wisata ini perlu dikembangkan," katanya usai menghadiri pembukaan Festival Pesona Geopark Nasional Merangin (FPGNM) Jambi 2017 di Merangin, Senin.

Tasbir mengatakan Geopark Merangin satu-satunya terbaik di Indonesia karena memiliki batu fosil yang berumur lebih dari 300 juta tahun. Kawasan geopark juga cocok untuk sarana edukasi.

"Kami apresiasi jajaran pemerintah kabupaten dan provinsi dalam upaya menggelar festival geopark. Ini harus menjadi yang berkelanjutan untuk kita mempromosikan geopark mendunia. Kalau tahun ini belum optimal tahun depan kita perbaiki lagi," katanya.

Menurut Tasbir, pemerintah terus mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia. Bukan fokus di Bali atau Pulau Jawa saja, tapi semua daerah di Indonesia potensi wisatanya mesti dikembangkan.

"Geopark Merangin ini pemberian maha kuasa jika tidak dikembangkan sangat rugi sekali. Indonesia luas tidak hanya Jawa dan bali, sebab itu kita perlu memperbesar magnit di daerah Sumatera atau yang lain salah satunya dengan pegelaran festival ini," ujarnya.

Tasbir berharap Festival Geopark Merangin yang baru pertama digelar ini menjadi festival yang berkelanjutan yang pada akhirnya mampu menarik minat wisatawan dan perekonomian masyarakat pun ikut meningkat.

Menurut Tasbir, menjadikan destinasi wisata seperti geopark agar maju dan berkembang cukup dengan tiga hal yang perlu komitmen. Yakni aman, tertib dan bersih.

"Aman yang dimaksud yakni kawasan wisata bebas dari preman atau banyak titik-titik yang memungut biaya. Pungutan harus resmi atau sesuai dengan peraturan derah. Kemudian buat suasana tertib dan bersih terutama toiletnya," katanya menjelaskan.

Tabir juga mengatakan Kementerian  Pariwisata akan menjadikan Geopark Merangin model nasional dengan mempromosikan keindahan geopark tersebut.

Tasbir juga mengaku kagum dengan Kabupaten Merangin yang memiliki banyak potensi wisata. Keberadaan Geopark Merangin itu menurutnya merupakan magnit bagi potensi-potensi wisata lainnya.

Festival Geopark Merangin 2017 diselenggarakan 11-14 September. Setiap harinya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti lomba arung jerang, perkemahan jurnalis, beragam seni pertunjukan dan sederetan kegiatan budaya dan kearifan lokal lainnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga