Minggu, 24 September 2017

Balita penderita Gizi Buruk meninggal dunia

id BAYI, BAYI GIZI BURUK MENINGGAL
Balita penderita Gizi Buruk meninggal dunia
Balita gizi buruk meninggal dunia (Antarasumsel.com/Edo Purmana/17)
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Setelah dilakukan perawatan selama satu malam, seorang bayi usia di bawah lima tahun penderita gizi buruk di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, akhirnya meninggal dunia, Sabtu sekitar pukul 05.30 WIB di Rumah Sakit Noer Hasmir Baturaja.

Nyawa NV (9 bulan) atau bayi usia di bawah lima tahun (balita) warga Kemiling Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur ini, tidak bisa tertolong lagi lantaran selain gizi buruk yang dideritanya, juga menderita penyakit Bronkopneumonia dimana penyakit tersebut menyerang saluran pernafasan, kata Kepala Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU), Saiful Kamal di Baturaja, Sabtu.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Saiful membenarkan adanya informasi tersebut, namun belum mengetahui persis apakah gizi buruk atau ada penyakit lain yang menyebabkan kematian NV.

"Pada Jumat malam (28/7) saya dihubungi dr Rika dari rumah sakit Noer Hasmir yang sebelumnya bernama RS DKT menginformasikan jika ada penderita gizi buruk saat ini sedang dirawat di rumah sakit tersebut," katanya.

Mendapat laporan tersebut, petugas Dinsos setempat langsung melakukan pengecekan ke rumah sakit, dan ternyata benar ada pasien gizi buruk dan tidak masuk dalam jaminan kesehatan BPJS serta dari keluarga kurang mampu.

Sementara saat pihaknya sedang melakukan kepengurusan BPJS, ternyata balita NV tadi pagi pukul 05.30 WIB meninggal dunia.

"Karena batas wewenang kita hanya bagian tidak mampunya keluarga NV, untuk masalah kesehatan biar pihak Dinkes yang menjawab," kata Saiful.

Ia mengimbau, jika masyarakat menemukan hal seperti ini segeralah melapor ke Dinas Sosial setempat agar cepat ditindak lanjuti.

"Jangan takut untuk melapor, dan jangan takut dimintai biaya, semua gratis karena sudah ditanggung oleh pemerintah, untuk balita sudah ada program pemerintah yakni Kartu Menuju Sehat (KMS). Makanya kita minta para kepala desa (Kades), RT harus proaktif melakukan pemantauan kepada warga Penyandang Masalah Kesejahteraan (PMK) terkhusus yang pempunyai penyakit baik menular atau tidak," kata Saiful.

Sementara, kata dia, pihak Dinsos akan melakukan koordinasi dengan Baznas untuk memberikan bantuan dan tindakan kepada warga kurang mampu.

Sementara saat hal ini hendak dikonfirmasikan kepada pejabat di Dinas Kesehatan OKU, tidak ada satupun berhasil dihubungi wartawan karena suasana hari libur.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga