Selasa, 27 Juni 2017

Jembatan Ampera aman dilintasi setelah ditabrak tongkang

id kapal tongkang, jembatan ampera, sungai musi, menarik kapal tongkang, aman di lintasi, balai Besar Pelaksana Jalan Nasional, Suwarno
Jembatan Ampera aman dilintasi setelah ditabrak tongkang
Warga menyaksikan kapal tongkang bermuatan batubara yang menabrak tiang Jembatan Ampera di Perairan Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (17/5). (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/dol/17) ()
Palembang (Antarasumsel.com) - Jembatan Ampera, Palembang, masih aman dilintasi meski Rabu pagi sekitar pukul 11.00 WIB ditabrak kapal tongkang pengangkut batu bara berkapasitas besar.

PPK Jembatan Satuan Kerja Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Suwarno di Palembang, Rabu, mengatakan, kepastian itu didapat setelah dilakukan pengecekan langsung secara visual sesaat setelah terjadi penabrakan.

"Jembatan Ampera masih aman dan dapat dilintasi karena yang ditabrak itu hanya bagian pengaman jembatan yakni feder," kata Suwarno.

Ia mengatakan, meski demikian BBPJN tetap akan melakukan pengecekan secara teknis dengan menggunakan alat berteknologi tinggi.

Alat tersebut akan didatangkan dari Bandung, Jawa Barat.  

"Sekitar dua minggu lagi alat penguji kekuatan jembatan akan didatangkan," ujar dia.

Terkait adanya getaran di atas jembatan saat tertabrak dan retak pada bagian jembatan, Suwarno mengungkapkan hal itu terlalu di dramatisir, dan diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi.

Ia menjelaskan bahwa kapal tongkang itu hanya mengenai bagian pengaman jembatan atau biasa disebut fender. Fender memang berfungsi sebagai pengaman bagi jembatan dari berbagai insiden kapal yang menabrak.

"Karena yang ditabrak bagian fender, ya tidak masalah. Apalagi fender ini dicek rutin dua kali dalam  setahun," kata dia.

Perawatan terhadap jembatan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun ini menjadi hal penting, apalagi menjadi akses penting menghubungkan antara kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir Palembang hingga kini praktis masih memiliki dua jembatan yakni Jembatan Ampera dan Jembatan Musi II.

Lantaran kondisi ini, BBPJN berharap perusahaan batu bara dan pengguna jasa angkutan sungai dapat mengetahui kondisi dan ketinggian jembatan.

"Sudah beberapa kali jembatan Ampera ini ditabrak. Harusnya mereka yang sudah tahu kondisi dan ketinggian jembatan Ampera bisa memahami dan tidak lalai," kata dia.

Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang ditabrak oleh kapal tongkang pengangkut batu bara milik PT Bukit Asam.

Peristiwa ini terjadi diduga karena tali penarik dari tugbot putus saat 500 meter lagi mendekati jembatan Ampera.

Tongkang itu hanyut dengan kecepatan tinggi karena arus Sungai Musi cukup deras. Selain merusak bagian jembatan, tabrakan itu juga mengakibatkan satu unit speedboat tenggelam. Beruntung serang (sopir speedboat) selamat setelah terjun ke sungai.

Sekitar dua jam menutupi arus lalulintas sungai, tongkang itu berhasil dievakuasi dengan cara ditarik oleh delapan kapal pada pukul 12.25 WIB. Evakuasi terkendala arus sungai deras dan muatan batu bara yang besar.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga