Senin, 25 September 2017

Presiden minta anak muda bermimpi jadi pengusaha

id presiden, jokowi, joko widodo, usaha, anak muda, jadi pegusaha, dunia politik, developer software, aplikasi, animasi, games
Presiden minta anak muda bermimpi jadi pengusaha
Presiden Joko Widodo.(ANTARA /Dedhez Anggara)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Presiden Joko Widodo meminta anak-anak muda di Tanah Air tidak hanya terjun ke dunia politik, tetapi juga menjadi pengusaha dengan ide-ide baru.  

"Jangan hanya bermimpi untuk jadi politisi. Bermimpilah misalnya menjadi pengusaha, entrepreneur karena saat ini baru 1,6 persen,  normalnya di atas lima persen, dengan gagasan-gagasan besar, jadi developer software, aplikasi, animasi, games, ke depan alurnya ada di situ," kata Presiden Jokowi.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat membuka Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Ke-19 di Aula Masjid Agung Darussalam, Palu,  Sulawesi Tengah, Selasa.

Presiden meyakini bahwa banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik sehingga ia mendorong anak muda tidak hanya terjun ke dunia politik, melainkan menjadi pengusaha yang menciptakan ide-ide baru.

Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap tarung, siap berkompetisi dan siap bersaing. "Tanpa itu akan ditinggal karena perubahan itu sangat cepat sekali," katanya.

Presiden Jokowi menyebutkan pemerintah juga terus berupaya mengejar ketertinggalan. Di bidang infrastruktur misalnya, pemerintah tengah membangun jalur kereta di Sulawaesi, jalan tol di Sumatera dan Trans Papua.

Perhatian pun diberikan kepada pulau-pulau kecil yang memerlukan pelabuhan kecil. Misalnya, ia berkunjung ke Halmahera untuk meresmikan Pelabuhan Laut Tapaleo. Pelabuhan tersebut memang pelabuhan kecil tapi memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Manfaat itu didengar langsung saat Presiden bertemu masyarakat. Mereka, ucap Presiden, karena adanya kejelasan kapal yang berlabuh maka dapa menjual hasil bumi, seperti kopra, cengkih dan lada dengan harga yang lebih baik.

"Inilah pentingnya membangun infrastruktur dalam rangka menekan biaya-biaya logistik, transportasi. Dan kita memang sudah ditinggal jauh dengan yang namanya infrastruktur," tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden juga meminta agar kaum muda khususnya mahasiswa sebaiknya menyalurkan energi untuk berinovasi demi kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk saling menghujat satu sama lain.

"Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia harus menjadi bagian dari solusi bangsa ini. Jangan saling menghujat, jangan saling menjelekkan, jangan saling memfitnah karena kita ini saudara, baik sebagai sesama muslim, baik sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air," kata Presiden.

Bangsa Indonesia, ujarnya memiliki keragaman yang merupakan sebuah kekuatan. Untuk itu Presiden menekankan agar selalu menjaga dan merawat keanekaragaman itu.

"Bangsa mana yang seberagam kita? Enggak ada. Inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita dan harus dirawat dan kita jaga," ucap Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa budaya saling hujat dan menjelek-jelekkan sangat tidak produktif. Di negara lain orang berlomba-lomba menciptakan inovasi dalam berbagai hal terutama di bidang teknologi.

"Dunia sekarang ini berubah sangat cepatnya, setiap detik berubah, setiap menit berubah, setiap jam berubah, sangat dinamis. Perubahan itulah yang harus kita ikuti kalau tidak ingin ditinggal," ucapnya.

Presiden menceritakan ketika dirinya pernah mengingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena mengurus cantrang bertahun-tahun tidak selesai. Negara lain sudah berpikir bagaimana membangun "offshore aquaculture", budidaya ikan di tengah laut. "Kita masih urusan cantrang bertahun-tahun enggak selesai," ujarnya.

Kepada para elite politik, Presiden meminta mereka memberikan tauladan bagaimana bersikap dan berpendapat karena budaya sopan dan santun merupakan karakter bangsa Indonesia.

"Berilah contoh, berilah tauladan dengan kata-kata dan kalimat yang baik, pernyataan-pernyataan yang baik dan santun karena itulah karakter bangsa kita," ucapnya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga