Minggu, 28 Mei 2017

Wapres: Kota Cerdas butuh kepemimpinan manusia

id Jusuf Kalla, Wakil Presiden, kepemimpinan, Rating Kota Cerdas Indonesia, Rudiantara, Tjahjo Kumolo, Kota Cerdas
Wapres: Kota Cerdas butuh kepemimpinan manusia
Jusuf Kalla. (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kota cerdas membutuhkan kepemimpinan manusia sehingga dapat beroperasi dengan baik karena teknologi yang digunakan hanyalah alat bantu untuk mencapai tujuan.

"Jangan sekali-kali menganggap komputer menyelesaikan masalah, tidak, tetap manusia yang menyelesaikan masalah, kepemimpinan yang menyelesaikan masalah," kata Wapres dalam Pembukaan Acara Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 di Istana Wapres, Kamis.

Pemeringkatan kota cerdas Indonesia 2017 merupakan kerja sama Institut Teknologi Bandung dan Metro TV. Dalam acara pembukaan RKCI 2017 hadir diantaranya Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Jusuf Kalla menegaskan, teknologi informatika yang berkembang pesat merupakan alat bantu yang berguna untuk mewujudkan kota yang mampu menyejahterakan masyarakatnya.

Namun demikian, berbagai alat bantu dari teknologi untuk menjadikan kota cerdas tidak akan berguna bila para pemimpin kota maupun manusianya tidak dapat menggunakannya dengan benar.

Teknologi, menurut Wapres, menjadi alat bantu yang penting seiring dengan kemajuan zaman. Berbagai kota di dunia telah mengadopsi teknologi untuk menjadikan sebuah kota layak, nyaman dan menyejahterakan warganya.

Teknologi telah membuat warga kota menjadi semakin terkoneksi, sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat segera menjadi isu publik.

Di sisi lain, teknologi juga membuat pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia mulai berkurang. Hal ini juga perlu diantisipasi sebagai tantangan ke depan.

Rektor Institute Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan kota yang begitu cepat dan munculnya berbagai tantangan menjadikan teknologi sebagai salah satu alat bantu untuk mengatasi hal tersebut.

Kota cerdas merupakan upaya untuk mewujudkan sebuah kota yang layak, nyaman dan mampu menyejahterakan warganya.

Menurut dia, upaya melakukan pemeringkatan kota cerdas bukan untuk melakukan penilaian, namun guna memberikan pemetaan sehingga dapat melakukan perbaikan secara bersama-sama.

Di sisi lain, ia juga berharap bukan hanya kota, namun juga menjadi inspirasi bagi kabupaten dan desa sehingga tidak terjadi kesenjangan. Sebab, urbanisasi juga menjadi salah satu tantangan yang kini tengah dihadapi.

Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo dalam sembutannya mengatakan mewujudkan kesejahteraan warga kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun juga seluruh pemangku kepentingan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga