Menteri PU-PR tinjau konservasi air danau Limboto

id Basoeki Hadimoeljono, bendungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo

Menteri PU-PR tinjau konservasi air danau Limboto

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)

Gorontalo (Antarasumsel.com) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono meninjau program konservasi air di Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Minggu.

Basoeki mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang ingin membangun bendungan buatan di seluruh Indonesia, namun hal itu tidaklah mudah.

"Membangun bendungan buatan tidaklah gampang, karena pembebasan lahan dan lainnya," kata Basoeki.

Ia menjelaskan, saat ini sejumlah daerah memiliki bendungan alam, seperti Danau Limboto di Gorontalo yang daya tampung airnya jauh lebih besar daripada bendungan buatan.

"Bendungan alam seperti Rawa Pening, Danau Tempe dan Danau Limboto dan danau lainnya, namun kita belum bisa menangani secara frontal," ia mengungkapkan.

Menteri menambahkan, biaya yang dikeluarkan untuk program konservasi air di Danau Limboto sebanyak Rp234 miliar dan tahun ini telah memasuki tahun ketiga dalam pengerjaannya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II, Jeane Wagey mengajak seluruh pihak untuk menyelamatkan Danau Limboto dari ancaman kekeringan.

"Sedimentasi di danau Limboto cukup besar dan juga eceng gondoknya banyak, jika kita tidak melakukan upaya pelestarian, danau ini bisa hilang," ia menjelaskan.

Pihaknya selalu mengimbau agar masyarakat selalu menjaga sumber mata air, danau, sungai, air bersih dan mengolah limbah agar tidak masuk dan mencemari air.

"Pengelolaan air dari hulu ke hilir harus dilakukan secara terpadu, marilah kita sama-sama baik pemerintah, masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjaga sumber air, karena air bisa bermanfaat dan membawa bencana," ia menambahkan.