Sabtu, 23 September 2017

Pelari senior masih menjadi andalan Sumsel di PON

id Atlet atletik, Jauhari Johan, Ni Putu Dessy, PON, Bastoni, Pelatih Atletik Sumsel, atlet andalan sumsel
Pelari senior masih menjadi andalan Sumsel di PON
Juhari Johan atlet Sumsel . (Antara)
Palembang (Antarasumsel.com) - Atlet atletik senior yakni Jauhari Johan dan Ni Putu Dessy masih menjadi tumpuan Sumatera Selatan pada PON 2020 di Papua.

Pelatih Atletik Sumsel Bastoni di Palembang, Kamis, mengatakan kedua atlet tersebut masih diandalkan karena masih memiliki peluang untuk mendapatkan medali berdasarkan capaian pada PON sebelumnya di Jawa Barat pada 2016.

"Jauhari Johan Johan masih dapat perak nomor lari 10 ribu meter, dan Ni Putu Dessy pada nomor loncat tinggi gala pada PON Jabar lalu. Ke depan, keduanya masih bisa meraih medali meski bukan emas," kata Bastoni.

Ia tidak membantah sejauh ini regenerasi atlet untuk nomor tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga meski Jauhari dan Ni Putu Dessy telah melewati usia emas tapi tetap saja belum ditelurkan atlet pengganti.

Atas kelemahan itu, maka mau tidak mau membuat Sumsel terpaksa kembali mengandalkan keduanya sembari terus membina atlet muda.

"Selain dua atlet ini, harapan juga ada dari atlet muda yakni Sri Maya pada nomor lari 400 meter dan 200 meter, dan Rio Maholtra pada lari gawang 110 meter. Keduanya sama-sama raih emas pada PON Jabar, dan diperkirakan pada PON Papua masih belum ada lawannya," kata dia.

Cabang olahraga atletik bakal menjadi tumpuan Sumsel pada ajang PON Papua mendatang karena pada ajang serupa di Jabar berhasil menyumbangkan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Keberhasilan ini menobatkan cabang olahraga atletik sebagai penyumbang medali terbanyak bagi Sumsel pada PON lalu.

Ke depan, Bastoni mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah dan KONI provinsi jika ingin mempertahan dan meningkatkan prestasi yang ada.

"Kami minta perhatian soal gizi atlet, karena masih sangat kurang. Sementara, tahu sendiri mereka ini atlet atletik yang diharuskan bugar terus," ujar dia.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga