Kamis, 27 April 2017

Orang tua perlu luangkan waktu, cerdaskan anak

id orang tua, wali murid, anak-anak, tingkat kecerdasa anak, pintar, perhatian orang tua
Orang tua perlu luangkan waktu, cerdaskan anak
Ilustrasi Seorang wali murid tengah menjemput anak sekolah. (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)
Bandarlampung (Antarasumsel.com) - Orang tua perlu meluangkan waktu khusus untuk anak-anaknya yang tengah memasuki usia emas atau golden age (0-6 tahun), untuk mendukung tingkat kecerdasannya.

"Intensitas komunikasi orang tua dan anak menjadi salah satu pendukung kecerdasan mereka di masa depan, kata seorang pendidik di Lampung," kata Kepala Play Group (PG) dan Taman Kanak-kanak (TK) Global Surya, Siti Khanifah, di Bandarlampung, Sabtu.

Ia menyebutkan waktu-waktu luang yang dapat diberikan orang tua antara lain sesaat sebelum mereka tertidur dan saat bangun dari tidur, serta ketika anak berangkat dan sepulang sekolah.

Dicontohkannya, saat menjelang tidur, orang tua dapat membisikkan kata-kata motivasi kepada anak karena saat sebelum tidur itulah memori anak akan lebih maksimal merekam apa yang mereka dengar dan dapatkan.

"Bisikkan kata-kata yang baik dan memotivasi anak, saat itu," ujar Khanifah lagi.

Saat bangun tidur, anak akan merasa sangat diperhatikan dan siap menjalani hari lebih semangat jika orang tua mereka menyambut dengan ucapan ramah dan lembut, seperti memberikan ungkapan rasa sayang, dan ucapan selamat pagi.

Begitupun saat mengantarkan anak ke sekolah, menjadi salah satu waktu penting anak mendapatkan kesempatan didampingi orang tua mereka. Karena saat itulah orang tua dapat berkomunikasi dengan anak yang hendak bersosialisasi dengan dunia luar. Pesan-pesan dapat disampaikan kepada anak, untuk membangun rasa kepercayaan diri mereka di lingkungan sekolah.

Khanifah meyakini jika orang tua dapat rutin berada di dekat anak dan melakukan komunikasi pada waktu-waktu tersebut,  pertumbuhan kecerdasan dan karakter anak akan jauh lebih cepat dan sesuai yang diinginkan.

Menurut Khanifah, orang tua tak cukup hanya memilihkan sekolah terbaik untuk anak-anaknya dan mengandalkan peran guru, 'role model' terbaik anak adalah para orang tua mereka sendiri.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga