Selasa, 28 Maret 2017

Seorang warga diciduk jual satwa dilindungi

id burung, burung dilindungi
Seorang warga diciduk jual satwa dilindungi
Polisi amankan tersangka jual burung dilindungi (Antarasumsel.com/Feny Selly/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Seorang warga diciduk anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan karena menjual satwa liar yang dilindungi melalui media sosial.

Dirkrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol David Syah di Palembang, Selasa usai gelar perkara mengatakan, tersangka Ag (26) menjual satwa liar melalui Facebook atas nama Apriani Daeng.

Warga Jalan Bambang Utoyo Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II ini tertangkap tangan memiliki empat ekor burung Nuri warna merah kepala hitam dan dua ekor burung kakak tua.

Penangkapan pelaku bermula dari informasi yang diberikan masyarakat mengenai adanya penjualan satwa dilindungi melalui media sosial.

"Tersangka akan dijerat dengan pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara," kata dia.

Kepala Urusan Perlindungan Hutan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumatera Selatan Andre mengatakan hewan-hewan dilindungi ini selanjutnya akan menjadi pengawasan lembaga sebelum dilepas ke habitat aslinya.

"Selain itu, burung-burung ini bisa dipelihara di kebun binatang milik pemerintah," kata dia.

Sementara itu, tersangka Agus mengaku telah enam bulan terakhir berbisnis satwa dilindungi tersebut yakni membeli dengan seseorang di Provinsi Banten seharga Rp2,9 juta untuk burung kakaktua dan burung Nuri seharga Rp1 juta.

"Lalu saya jual lagi di Palembang untuk burung kakaktua seharga Rp3,5 juta dan burung Nuri seharga Rp1,6 juta," kata tersangka.

Setelah mentransfer uang kepada penjual yang berada di Banten, Agus kemudian menerima pesanannya tersebut dengan cara mengelabui saat pengiriman pesanan barang.

Ia memakai label pecah belah agar lolos pemeriksaan saat pengiriman barang tersebut.

"Setelah burung-burung tersebut tiba di Palembang, baru saya tawarkan melalui facebook. Jika ada yang serius ingin membeli, biasanya saya suruh ke rumah," kata dia.

Editor: M. Suparni

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga