Kamis, 29 Juni 2017

Oesman Sapta: Perlu keberpihakan agar petani makmur

id Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta, petani
Oesman Sapta: Perlu keberpihakan agar petani makmur
Oesman Sapta Odang (www.mpr.go.id)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengingatkan, perlu keberpihakan dan perlindungan yang lebih kepada petani nasional agar lebih mudah dalam memasarkan produk sektor pertanian sehingga tingkat kesejahteraan mereka menjadi makmur.

"Tidak akan ada kemakmuran di Indonesia kalau petaninya belum makmur," kata Oesman Sapta dalam rilis, Kamis.

Menurut dia, memakmurkan petani Indonesia merupakan problem besar bangsa Indonesia sehingga harus ada keberpihakan pada para petani.

Selain itu, ujar dia, kebijakan dan undang-undang yang dibuat harus memberi perlindungan kepada para petani.

"Harus ada keberpihakan kepada petani kita. Harus ada perlindungan untuk petani. Harus ada UU Perlindungan Petani. Selama tidak ada keberpihakan dan perlindungan, omong kosong petani kita bisa makmur," paparnya.

Wakil Ketua MPR juga mengatakan, pemasaran produk pertanian petani juga perlu diperhatikan karena selama ini petani yang berhasil memproduksi kerap menghadapi masalah pemasaran.

Dalam rangka menghadapi pasar ASEAN, lanjutnya, Indonesia harus lebih dulu memperkuat pasar dalam negeri antara lain karena penduduk Indonesia terbesar dibanding negara-negara ASEAN lainya.

Sebelumnya, Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemberian kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani harus ditingkatkan, terutama bagi para petani yang tidak mempunyai lahan.

"Kita harus pikirkan supaya yang tidak punya lahan juga bisa dapat kredit. Hanya dengan itu, KUR untuk produksi pangan bisa naik," kata Darmin di Jakarta, Selasa (27/12).

Darmin mengatakan bahwa selama ini penerima KUR terbesar justru pada sektor retail atau pedagang besar, bukan kepada petani miskin atau pengusaha kecil lainnya yang lebih membutuhkan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan mengimbau importir produk hortikultura untuk menyerap produksi dalam negeri guna meningkatkan akses pasar bagi para petani  di Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Rabu (11/1), mengatakan bahwa imbauan kepada para importir untuk menyerap produk hortikultura lokal tersebut akan menjamin keberlangsungan hidup petani dalam negeri dan juga untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi.

Sedangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengembangkan konversi Liquefied Petroleum Gas (elpiji) untuk petani di daerah.

"Elpiji untuk petani ini adalah program di mana ketika musim kering, petani membutuhkan pompa air untuk menyedot air ke sawah dan peranti energi yang dibutuhkan untuk mengalirkan air tersebut adalah dari inovasi para nelayan," kata Direktur Pembinaan Hilir Migas Kementerian ESDM Setyorini Tri Hutami di Jakarta, Selasa (17/1).

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga