Minggu, 26 Februari 2017

Lanud Palembang berganti nama Sri Mulyono Herlambang

id Lanud palembang, lapangan terbang, Landasan Udara Palembang, ri Mulyono Herlambang, kepala staf TNI Angkatan Udara
Lanud Palembang berganti nama Sri Mulyono Herlambang
Pangkoosau resmikan Lanud Palembang menjadi Lanud Sri Herlambang, Rabu (Foto antarasumsel.com/Fenny/16/Parni)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Landasan Udara Palembang berganti nama menjadi Sri Mulyono Herlambang untuk mengenang jasa kepala staf TNI Angkatan Udara tersebut.

Peresmian nama Lanud itu dilaksanakan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna di Palembang, Rabu.

Menurut dia, di Indonesia wilayah barat ada 7 Lanud yang sebelumnya bernama daerah diubah menjadi nama pahlawan, dan salah satunya adalah Lanud Palembang.

Pergantian nama Lanud ini dilakukan untuk memberikan kebanggaan kepada daerah dan warga Angkatan Udara dan memberikan semangat juang warga agar bisa berbuat lebih baik lagi ke depan, ujarnya.

Menurut dia, tujuh Lanud itu di antaranya berada di Palembang, Tanjung Pinang dan Singkawang.

Memang, lanjut dia, beberapa bulan lalu dilakukan penaikan tingkat status Lanud Sri Mulyono Herlambang menjadi tipe B yang Komandannya juga meningkat dari Letkol menjadi Kolonel.

Untuk pesawat sampai saat ini belum ada rencana penempatan secara menetap di Lanud Sri Mulyono Herlambang karena masih bisa di antisipasi baik dari Lanud di Pekan Baru, Pontianak dan Jakarta.

Penggantian nama ini diharapkan dapat diterima seluruh komponen masyarakat Palembang, dan memberikan dorongan bagi Lanud Sri Mulyono Herlambang semakin baik lagi ke depan, katanya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyambut baik dengan dilaksanakan penggantian nama Lanud tersebut.

Menurut dia, Sumsel saat ini sedang gencar membangun di berbagai bidang dan itu membutuhkan akses perhubungan baik melalui darat, laut dan udara.

Jadi peran Pangkalan Udara sangat diperlukan baik dalam pengamanan wilayah udara serta mendukung suksesnya pembangunan Sumsel termasuk pemantauan bahaya bencana alam lainnya, ucapnya. 

Editor: Indra Gultom

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga