Produksi kebun karet petani Lampung meningkat

Ilustrasi - Seorang petani menyadap pohon karet (FOTO ANTARA/FB Anggoro/Koz/nz/09)

...Produksi getah karet pada bulan sebelumnya mencapai kisaran 60 kuintal per hektar lahan dan saat ini menjadi sekitar 80 kuintal/ha...
Berita Terkait
Waykanan, Lampung (ANTARA Sumsel) - Sejumlah petani karet di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung mengatakan bahwa produksi getah karet semakin membaik seiring tercukupinya kebutuhan air bagi tanaman tersebut.
        
"Sejak beberapa bulan ini hasil sadapan sedang bagus-bagusnya karena hujan beberapa waktu lalu membuat pohon-pohon karet tidak kekurangan air," ujar Sapin (40), petani karet dari Blambangan Umpu, di Waykanan, sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Selasa.
        
Ia mengatakan, produksi getah karet pada bulan sebelumnya mencapai kisaran 60 kuintal per hektar lahan dan saat ini menjadi sekitar 80 kuintal/ha.
        
"Meningkatnya cukup banyak. Bahkan masih bisa lebih dari jumlah itu," kata dia lagi.
        
Namun, demikian Sapin mengatakan lebih lanjut, harga komoditas getah mengalami penurunan, yakni untuk karet kering untuk penjemuran dua minggu dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp9.500 per kg.
        
Ia menilai, penurunan harga tersebut tidak membuatnya merugi sehubungan produksi karet mengalami peningkatan.
        
"Kalau produksi turun diikuti harga turun itu rugi. Ini masih untung karena produksi naik dan harga turun sedikit," kata Sapin lagi.
        
Buruh sadap karet di Kecamatan Blambangan Umpu, Rosidin (35) menyatakan hasil getah karet dilahan yang dikelolanya juga semakin membaik.
        
"Produksi memang sedang bagus, namun harga turun," kata Rosidin lagi.
        
Ia menjelaskan, harga karet kering satu bulan yang sebelumnya Rp10.500 per kilogram saat ini menjadi Rp10.000 per kilogram.

Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar