BKKBN berdayakan masyarakat bina keluarga balita

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan gelar orientasi bagi kader Bina Keluarga Balita (BKB) se-Sumsel, di Palembang, 27 Mei-4 Juni 2013. (Foto ist)

Berita Terkait
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan memberdayakan masyarakat sebagai kader dalam program Bina Keluarga Balita untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

"Kader yang umumnya kaum ibu ini dipandang sangat efektif untuk melakukan pendekatan ke masyarakat, terutama mengajak peduli pada kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan balita," ujar Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumsel Mustofa di Palembang, Selasa.

Usai menghadiri orientasi kader Bina Keluarga Balita (BKB) se-Sumsel itu, Mustofa mengatakan pemerintah berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program Bina Keluarga Balita (BKB), karena masa balita akan sangat menentukan pada periode perkembangan manusia berikutnya.

"Melalui pemantauan seperti tingkat kesehatan, sensitifitas, dan tingkat kecerdasan para balita maka para generasi muda Indonesia diharapkan lebih baik secara kualitas pada masa mendatang," katanya.

Capaian positif ini diharapkan mengeliminasi kesulitan pemerintah dalam menurunan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir.

"Jadi, SDM yang sudah terlahir tidak boleh dibiarkan begitu saja, tetap harus berkualitas," ujarnya.

Sumsel menjadi satu dari empat provinsi di Indonesia yang dipercaya menjalankan program BKB. Tiga provinsi lainnya, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara.

Untuk itu, BKKBN Sumsel menggelar kegiatan orientasi bagi kader BKB dengan diikuti 140 orang perwakilan dari 15 kabupaten/kota Sumsel, 27 Mei-4 Juni 2013.

Para peserta itu dibagi dalam empat angkatan, dengan masing-masing angkatan 35 orang.

"Materi orientasi yakni mengenai revitalisasi Bina Keluarga Balita, peran orangtua dalam memantau tumbuh kembang anak, teknik penyuluhan dengan menggunakan alat peraga dan permainan, teknis pengelolaan dan pencatatan pelaporan menggunakan Kartu Kembang Anak," katanya.

Para kader itu akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan usia balita dari 0-5 tahun yang akan ditanggani ketika menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat.

"Nantinya, para kader akan melakukan penyuluhan secara rutin yakni minimal satu kali dalam sebulan untuk kelompok yang dibina terdiri atas 10 hingga 15 keluarga berintegrasi dengan Paud dan Posyandu," ujarnya.

Sementara ini, jumlah BKB di Sumsel yang tersebar di 15 kabupaten/kota berdasarkan data BKKBN Sumsel per Januari 2013 mencapai 2.555 kelompok.

Setiap kelompok terdiri atas 10 anggota dan seorang yang bertindak sebagai pembina memiliki agenda rutin pertemuan, yakni untuk penyampaian berbagai materi diantaranya penyuluhan tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar