Pasar Kuto Palembang segera dibangun kembali

Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang melakukan penertiban Pasar Kuto Lama Jalan Slamet Riyadi Kuto Baru, Ilir Timur, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/1). Sebanyak 28 lapak pedagang kaki lima (PKL) dibongkar tanpa perlawanan. (FOTO ANTARA)

Berita Terkait
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pasar Kuto, salah satu pasar tradisional yang berlokasi di tepian Sungai Musi di wilayah Kecamatan Ilir Timur II Palembang segera dibangun kembali, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

"Pembangunan Pasar Kuto dalam waktu dekat segera dilaksanakan dengan dana berasal dari investor lokal," kata Direktur PD Pasar Palembang Djaja Syaifuddin Azhar, Senin.

Dia menjelaskan, pembangunan pasar yang sampai kini masih menjadi salah satu terpadat aktivitas jualbeli di Kota Palembang dilaksanakan mulai pertengahan tahun ini.

Investor siap menanamkan modal tak kurang dari Rp15 miliar untuk membangun pasar dengan 2,5 lantai.

Menurut dia, pasar tradisional tersebut merupakan salah satu dari puluhan pasar yang mendesak untuk dibangun kembali, karena kondisi sudah sangat memprihatinkan, seperti atap bocor dan lantai digenangi air.

Pembangunan pasar ditargetkan berlangsung sekitar tujuh bulan sehingga tahun 2014 sudah beroperasi.

Ia mengatakan, untuk memudahkan pembangunan pasar dan tidak menghentikan kegiatan pedagang, sementara mereka akan direlokasi ke area yang tidak jauh dari tempat semula.

Sebanyak 800 pedagang di Pasar Kuto akan menghuni lapak di seberang pasar itu, sehingga pembeli mudah mendapatkan barang yang diinginkan.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan pemkot setempat berkomitmen mempertahankan pasar tradisional meskipun beroperasi pasar - pasar modern.

"Kami konsisten mempertahankan pasar tradisional dan meningkatkan kualitas serta pelayanan untuk memudahkan masyarakat memenuhi beragam kebutuhan rumah tangga," katanya.

Dia menambahkan, secara bertahap pembangunan dan perbaikan pasar tradisional akan dilakukan namun memang tidak bisa cepat, karena membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Sebanyak 33 unit pasar tradisional di Kota Palembang sebagian besar masih dalam kondisi rusak dan tak layak beroperasi, katanya.

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar