BKKBN Sumsel optimalkan kemampuan konseling petugas lapangan

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumatera Sealatan Sri Rahayu menyematkan tanda pengenal peserta pelatihan di Palembang, Selasa (26/3). (Foto Antarasumsel.com/13/Dolly Rosana)

....Pada pelatihan ini akan ditekankan kepada PLKB untuk mendukung program percepatan penurunan angka Total Fertility Rate (TFR)....
Berita Terkait
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Komunikasi Inter Personal di Palembang, 25-30 Maret 2013, untuk mengoptimalkan kemampuan konseling petugas lapangan di kabupaten/kota.

"Pelatihan ini berfungsi meningkatkan kapasitas diri Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), karena mereka sebagai motor, sosialisator, hingga motivator di masyarakat," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumsel Sri Rahayu di Palembang, Selasa.

Ia mengatakan, para PLKB ini menjadi ujung tombak dalam memaksimalkan program Keluarga Berencana (KB) karena berhubungan secara langsung dengan masyarakat.

Kapasitas diri dari petugas lapangan itu seperti kemampuan berkomunikasi menjadi perhatian BKKBN Sumsel, karena pada 2013 telah mencanangkan "Akselerasi (percepatan) Program Kependudukan dan KB" untuk menyikapi hasil Survey Demografi dan Kesehatan Ibu (SDKI) tahun 2012.

"Pada pelatihan ini akan ditekankan kepada PLKB untuk mendukung program percepatan penurunan angka Total Fertility Rate (TFR), karena Sumsel menargetkan setidaknya kembali ke angka semula yakni 2,7 (dalam 10 orang wanita subur hanya terdapat 27 orang yang dilahirkan) pada akhir 2013," katanya.

Hasil SDKI menyatakan, angka TFR Sumsel sebesar 2,8 atau meningkat satu persen dari sebelumnya.

Karena itu, daerah berpenduduk 8 juta jiwa lebih ini menjadi salah satu dari 10 provinsi penyangga, (karena jumlah penduduk yang besar) sangat berpengaruh bagi keberhasilan maupun kegagalan mencapai target MDGs secara Nasional.

Meski angka TFR masih tergolong tinggi tapi pihaknya optimistis target MDGs sebesar 2,1 pada 2015 akan tercapai, karena persentase kepesertaan ber-Keluarga Berencana dari total pasangan usia subur di Sumsel tergolong memuaskan setelah mencatat 64,4 persen.

"Kepesertaan KB di Sumsel sudah baik, tapi sayangnya keberlangsungannya yang menjadi permasalahan karena banyak aseptor yang drop-out (berhenti) dengan berbagai alasan. Disinilah peran penting seorang PLKB, termasuk dalam menyuarakan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang yakni IUD dan Implant," ujarnya.

Sebanyak 120 orang PLKB mengikuti pelatihan angkatan pertama tahun 2013 itu dengan menginap di asrama kantor BKKBN Sumsel.

Pelatihan itu juga mengevaluasi kinerja dari PLKB serta penyampaian metode-metode baru dalam pelaksanaan program KB.

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar