Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menerapkan program Bina Keluarga Balita yang akan terintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pusat Pelayanan Terpadu, karena memiliki kesamaan sasaran.

"Selama ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu), bekerja sendiri-sendiri, meski memiliki sasaran serupa yakni keluarga dan balita," kata Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK-BKKBN) Provinsi Sumsel Mustofa di Palembang, Jumat.

Ia mengatakan, ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi, sehingga program bina keluarga bersifat holistik dan integratif.

Penggabungan itu untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan dari Bina Keluarga Balita (BKB), Paud, dan Posyandu.

"Terkadang dalam suatu area, layanan yang diberikan pemerintah melalui BKB, Paud, dan Posyandu tersebar di berbagai tempat dengan waktu yang berbeda dalam pelayanan teknisnya. Tentunya, hal ini menyulitkan terutama untuk masyarakat pedesaan," ujarnya.

Dengan pelayanan satu atap itu maka akan mempermudah untuk mengakses sehingga membuat masyarakat antusias.

Menurutnya, program bersifat menyeluruh ini akan dicobakan pada empat provinsi pada 2013 yakni Sumsel, Jateng, Sulut, dan Nusa Tenggara Barat. Sumsel sendiri telah mensosialisasikan kebijakan itu sejak Januari ke berbagai kabupaten/kota.

Ia mengatakan, BKKBN Sumsel menghadirkan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat Burhanuddin, beberapa waktu lalu dalam acara sosialisasi itu di Palembang.

Kegiatan itu diikuti para pemangku kepentingan dari lima kabupaten/kota yakni Ogan Komering Ilir, Palembang, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Perwakilan itu merupakan Satuan kerja pemerintah daerah(SKPD) KB dan tim PKK masing-masing kabupaten/kota, serta mitra tingkat provinsi yang terdiri atas Diknas, PKK, Bappeda, Dinsos, Dinkes, Muslimat NU, Aisyiah, dan Badan Pemberdayaan Masyakat.

Sementara ini, jumlah BKB di Sumsel yang tersebar di 15 kabupaten/kota berdasarkan data BKKBN Sumsel per Januari 2013 mencapai 2.555 kelompok.

Setiap kelompok terdiri atas 10 anggota dan seorang yang bertindak sebagai pembina.

"Setiap kelompok memiliki agenda rutin pertemuan untuk menerima berbagai materi diantaranya penyuluhan tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Jika program satu atap ini berjalan maka warga yang datang akan langsung mengakses Paud dan Posyandu juga," katanya.

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar