Palembang  (ANTARA Sumsel) - Perdagangan valuta asing kaki lima dan "money changer" di Palembang, Sumatera Selatan, mengalami peningkatan berkisar 20 persen dalam sepekan terakhir sebagai dampak melemahnya rupiah dan memenuhi kebutuhan masyarakat sejak awal tahun.

"Sejak sepekan terakhir memang terjadi peningkatan, biasanya hanya 20 transaksi tapi kini mencapai 30 transaksi perhari," kata Asisten Manager PT Haji La Tunrung AMC (Gerai resmi pembelian dan penjualan valuta asing) Ayu Wahyuni, Senin.

Ia mengemukakan, peningkatan transaksi itu tidak semata-mata disebabkan melemahnya rupiah, namun mayoritas karena memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palembang terhadap mata uang asing.

Pertumbuhan ekonomi di daerah yang semakin meningkat juga mendongkrak kebutuhan mata uang asing itu, meliputi dolar Amerika Serikat, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura.

"Memang ada yang aksi ambil untung dalam keadaan ini, namun dari transaksi harian diperkirakan persentase tidak mencapai lima persen. Selebihnya, murni karena kebutuhan terhadap mata uang asing seperti untuk berobat ke luar negeri, ibadah umrah, dan perjalanan wisata," ujarnya.

Menurut dia, tren bisnis penukaran uang di Palembang semakin meningkat karena kalangan pebisnis di kota itu memiliki hubungan perdagangan dengan luar negeri.

Hanya saja, untuk investasi, masyarakat lebih memilih membeli dolar ke bank, meski harus memberikan keterangan mengenai maksud kegunaannya.

"Pembelian di atas 10.000 dolar Amerika Serikat harus membuat surat keterangan ke bank untuk kalangan perorangan, sementara bagi pemilih gerai "money changer" sendiri harus melaporkan setiap transaksi yang dilakukan ke Bank Indonesia," katanya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin melemah dalam sepekan terakhir dan per 28 Januari 2013 mencetak angka Rp9.670 per satu dolar Amerika Serikat, atau melemah dibandingkan tiga hari sebelumnya yang membukukan Rp9.643 per satu dolar Amerika Serikat.

Sementara, di gerai money changer itu mematok harga Rp9.744 per satu dolar Amerika Serikat untuk aksi jual dan Rp9.800 per satu dolar Amerika Serikat untuk aksi beli pada 28 Januari 2012. (Dolly)


Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar