Palembang (ANTARA Sumsel) - Kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi untuk kebutuhan industri dan perkebunan di Sumatera Selatan tinggi, kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumsel Ahmad Rizal, di Palembang, Minggu.

Menurut dia, pihaknya mengidentifikasi kebocoran bahan bakar minyak bersubsidi di Sumsel sangat tinggi.

Banyak perusahaan besar diduga menggunakan bahan bakar bersubdisi tersebut, karena mereka dengan mudah mendapatkan akibat maraknya penyelundupan ke industri dan perkebunan.

Kebocoran minyak bersubsidi, kata dia, menjadi dilema yang sulit diatasi pemerintah, karena selama masih terjadi perbedaan harga minyak yang jauh akan terus terjadi penyalahgunaan.

Ia mengatakan, tidak hanya sebatas penyalahgunaan minyak bersubsidi, tetapi pencurian minyak mentah juga menjadi masalah yang akan terus terjadi.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah untuk memberikan subsidi langsung kepada masyarakat miskin, bukan bagi orang kaya menikmatinya.

Dia menjelaskan, pemerintah juga hendaknya menyubsidi pembangunan infrastruktur sampai ke daerah-daerah terpencil.

Tersedianya infrastruktur sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Rizal menambahkan, infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang bagus akan memudahkan mobilitas masyarakat.

Beragam komiditas dapat dengan mudah dijual warga ke kota yang menjadi lokasi aktivitas jual beli, katanya.(Nila)

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar