PT KAI bangun rel ganda Prabumulih-Tanjung Enim

Ilustrasi - Perbaikan jalur kereta api Kertapati Palembang (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

....Kalau selama ini, rel kereta api ke semua jurusan hanya satu jalur, sehingga jika ada kereta api melintas berlawanan arah terpaksa salah satu harus menunggu....
Berita Terkait
Palembang  (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan, membangun rel ganda kereta api dari Stasiun Prabumulih hingga Tanjung Enim, sebagai upaya meningkatkan kapasitas angkut batu bara.

Pembangunan rel ganda kereta api sepanjang 60 kilometer itu, sekarang ini sudah rampung sepanjang 20 km dari stasiun Prabumulih hingga Niru, sedangkan sisanya dilanjutkan tahun 2013 karena proses pembebasan lahan sudah selesai, kata Kepala Humas PT KAI Divre III Sumsel, Jaka Jarkasih di Palembang, Sabtu.

Ia mengemukakan, pembangunan rel ganda itu selain dari Stasiun Prabumulih-Tanjung Enim, juga akan membangun dari Prabumulih hingga stasiun Tanjung Rambang yang sekarang ini sedang proses tender.

Pembangunan rel ganda itu, selain upaya meningkatkan kapasitas angkut batu bara menggunakan jasa angkutan kereta api batu bara rangkaian panjang atau dikenal dengan sebutan ka babaranjang.

Selain itu mendukung kelancaran arus lalu lintas angkutan kereta api, baik kereta penumpang maupun kereta barang.

"Kalau selama ini, rel kereta api ke semua jurusan hanya satu jalur, sehingga jika ada kereta api melintas berlawanan arah terpaksa salah satu harus menunggu," katanya.

Ia mencontohkan, kereta api Ekspres Rajabasa dari Lampung tujuan Kertapati, di perjalanan akan datang ka babaranjang dari arah berlawanan, terpaksa di salah satu stasiun salah satu ka  tertahan sementara menunggu ka itu lewat.

Dengan dibangunnya rel ganda, keadaan demikian tidak akan terjadi lagi, karena ka penumpang dengan ka barang atau babaranjang sudah ada jalan sendiri-sendiri, katanya.

Oleh karena itu, pihak perusahaan akan terus berupaya membangun rel ganda di wilayah angkutan ka babaranjang mulai dari mulut tambang Tanjung Enim hingga Stasiun Kertapati dan Stasiun Tarahan (Provinsi Lampung) secara bertahap.

Dengan demikian, kata dia, bila semuanya selesai diharapkan kapasitas angkutan batu bara dapat terus ditingkatkan.

Angkutan batu bara dari mulut tambang itu dibawa ke tempat penimbunan di Kertapati dan Tarahan, baik untuk kebutuhan memenuhi pasokan pembangkit listrik di Suralaya maupun kegiatan ekspor.

Ia menjelaskan, sekarang ini angkutan batu bara dengan menggunakan jasa layanan ka babaranjang rata-rata 12,6 juta ton per tahun, dan dengan pembangunan rel ganda akan ditingkatkan menjadi 22,7 juta ton per tahun.

Bahkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, setiap kesempatan pertemuan selalu mengungkapkan bahwa, kapasitas produksi batu bara akan terus ditingkatkan hingga puncaknya mencapai 100 juta ton per tahun.

Upaya peningkatan kapasitas produksi tersebut, kata gubernur, alasannya karena Sumsel memiliki cadangan batu bara cukup besar mencapai 22,24 miliar ton, jika produksi batu bara seperti sekarang hanya rata-rata 12,5 juta ton pertahun, maka cadangan batu bara yang besar itu tidak akan habus dalam waktu seratus tahun lagi.

Angkutan batu bara selama ini hanya mengandalkan jasa kereta api babaranjang, baru dalam dua tahun terakhir ada sebagian yang diproduksi perusahaan lain selain PTBA memanfaatkan angkutan mobil truk. (ANT-M033)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar