Jepang borong emas di kejuaraan senam Asia

Pasangan Halim Dwi Permata dan Purbowo Della Rose Ananda saat menerima piala dan hadiah pada Kejuaraan Senam Aerobik Asia ke-3 (3rd Asian Championship - Asian Age Group 1 Competition) di GOR Ranau Jakabaring Palembang, Jumat (19/10). (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Berita Terkait
Palembang  (ANTARA Sumsel) - Tim Jepang memborong medali emas kelompok umur junior pada hari kedua kejuaraan senam Asia di Palembang, Jumat.

Tim Jepang itu merebut medali emas di nomor perorangan putri setelah pesenam, Hamada Hina mengungguli rekan senegaranya Masuda Risako pada kejuaraan yang diikuti sebelas negara tersebut.

Memang, untuk nomor perorangan putri yunior itu medali emas dan perak direbut pesenam negara Matahari Terbit tersebut.

Sementara perunggu diraih atlet Thailand, Yupawan Poosanapong pada kejuaraan yang dibuka Gubernur Sumsel H Alex Noerdin itu.

Sementara emas kedua Jepang didapat pada nomor perorangan putra pada kejuaraan yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Ranau Jakabaring Palembang itu.

Pesenam Jepang yang mendapatkan medali emas perorangan putra itu atas nama Kodama Takuya.

Nomor itu juga Jepang mendapatkan medali perak setelah Aoyama Ibuki mengungguli pesenam Thailand Boonyanat Kassakul.

Untuk medali emas ketiga tim Jepang juga merebut dari nomor trio atas nama Masuda Risako,Masuda Kaori dan Hamada pada kejuaraan senam aerobik yang diikuti 135 atlet tersebut.

Untuk perak juga didapat utusan Jepang setelah pesenam masing-masing Kawai, Tanuma dan Daimon mengungguli tim Sri Langka.

Tim Sri Langka dalam pertandingan yang diikuti lima peserta itu menurunkan BMU Sadunika, KT Nadee dan P Imasha dan hanya mendapat medali perunggu.

Sementara Indonesia hanya meraih medali perak di nomor campuran setelah Raja dan Della dalam kejuaraan itu dikalahkan tim Mongolia yang yang menurunkan tim B Khash dan Khongor S berhak mendapat medali emas.

Sedangkan perunggu di nomor campuran direbut tim India dengan pesenam Atharwa dan Ayushi pada kejuaraan tersebut.

Pengurus PB Persani Lida Yanto mengatakan, kejuaraan tersebut tidak lain sebagai pembinaan atlet usia muda untuk persiapan jangka panjang.

Oleh karena itu kejuaraan tersebut perlu dilaksanakan secara rutin agar bibit atlet Indonesia bermunculan, tambah dia. (ANT/U005)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar