Ribuan warga ikuti Festival Layang-Layang Danguang

ejumlah peserta bersiap melepaskan layang-layang mereka, pada Festival Layang-layang Danguang tali 4, di Desa Ringan-ringan, Nagari Pakandangan, Kec.Enam Lingkung, Kab.Padangpariaman, Sumbar, Minggu (7/10). (FOTO ANTARA)

Berita Terkait
Padangpariaman (ANTARA Sumsel) - Ribuan warga mengikuti Festival Layang-layang Danguang, layangan tradisional Minangkabau yang digelar selama sepekan di Korong (Desa) Ringan-ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat.

"Kegiatan ini merupakan even tahunan sesudah panen padi, ibaratnya warga syukuran," kata Panitia Penyelenggara, Kamal Gucci di Padangpariaman, Minggu.

Dikatakannya, kegiatan tersebut digelar selama sepekan dan memperebutkan berbagai hadiah berupa bingkisan dan hadiah utamanya emas murni berbentuk bintang.

Dinamakan layang-layang Danguang, kata Kamal, karena layang-layang tersebut berbunyi dengung saat diterbangkan.

Bunyi dengung tersebut berasal dari pita yang diikatkan di leher layang-layang, namun dahulu dipakai akar rotan.

Karena pita atau akar rotan yang berdengung, berfungsi menyeimbangkan berat kepala dan ekor layang-layang.

Pada Festival itu, lanjut Kamal, diperlombakan lima kelas, yakni layang tali 1 (panjang 1,20 meter), tali 2 (1,60 meter), tali 3 (2,10 meter), tali 4 (2,60 meter) dan tali 5 (3,10 meter).

Layang-layang yang ikut pada lima kelas itu, akan melalui babak penyisihan, kemudian yang paling tinggi nilainya akan diadu.

Seorang peserta, Syafrizal (38), mengatakan, layang-layang Danguang yang nilainya tinggi yakni yang terbangnya lurus tidak menyamping, dan yang paling tinggi.

Kendati demikian, salah satu layang-layang Syafrizal putus ketika diterbangkan yang membuatnya pulang tanpa dapat masuk ke urutan tiga besar.

"Saya sejak kecil hobi main layangan, asal bisa menerbangkan layangan sudah cukup puas walau tidak menang," katanya.

Untuk membuat sebuah layang-layang, kata Syafrizal, dibutuhkan kertas parafin, lem, bambu, dan benang.

Untuk benang dibutuhkan sekaligus menerbangkan layang-layang, bisa mencapai tiga pak, dengan harga per pak Rp85 ribu.

Sedangkan untuk bahan bambu, bisa didapatkan di pekarangan ataupun lingkungan sekitar, karena di desanya masih banyak rumpun bambu.
(KR-MLN/Z003)

Editor: Awi
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar