Pasar daging dipadati pembeli

Pedagang daging sapi musiman jelang lebaran di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (FOTO Antarasumsel.com/Nila Fuadi)

....Membeli daging atau tulang sapi menjadi hal wajib yang dilakukan sebelum lebaran untuk dimasak rendang dan tulang sapi dipindangkan atau berkuah....
Berita Terkait

Pagar Alam, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Ratusan warga Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Sabtu usai subuh memadati Pasar Terminal Nendagung yang menjadi salah satu lokasi berkumpulnya penjual daging musiman.

Pasar daging merupakan tradisi sehari sebelum lebaran yang sampai kini masih dilakukan warga kota yang berhawa sejuk ini.

Gani (55) warga Desa Talangsawah mengatakan selama beberapa tahun ini hampir setiap lebaran mereka memotong sapi untuk dijual.

Sapi tersebut biasanya dimiliki beberapa orang untuk disembelih sehari sebelum lebaran, dan  langsung dibawa ke pasar yang menjadi lokasi mereka bertemu pembeli.

Daging sapi dan tulangnya dipisahkan begitu juga dengan bagian lain sehingga dijual  harga yang berbeda.

Biasanya seekor sapi menghasilkan sekitar 150 kilogram daging, serta tulang dan bagian sapi lainnya juga dijual dengan harga bervariasi.

Lebaran kali ini harga daging sapi mencapai Rp85.000 per kilogram, atau mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal kisaran Rp80 ribu per kg.

Nanda (28) warga Nendagung mengatakan pasar daging menjadi waktu yang sangat mereka tunggu karena biasanya puluhan penjual menawarkan daging sapi.

Membeli daging atau tulang sapi menjadi hal wajib yang dilakukan sebelum lebaran untuk dimasak rendang dan tulang sapi dipindangkan atau berkuah.

Meskipun saat pasar daging harga komoditi itu melonjak mahal tetapi karena waktu yang tepat membeli daging jadi mereka rela desak-desakan di pasar.

Sementara sepuluh tahun terakhir pasar daging tidak hanya terkonsentrasi pada salah satu lokasi sehingga pasar tidak terlalu padat.

Sebelumnya, Pasar Pagar Alam menjadi satu-satunya lokasi bertemu penjual dan pembeli saat pasar daging.

Bukan hanya warga Kota Pagar Alam yang memadati pasar tetapi penduduk lainnya berasal dari Kabupaten Lahat juga berbondong-bondong. (Nila)

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar