Palembang (ANTARA Sumsel) - Ternyata perkebunan sawit menjadi salah satu dampak kian menurunnya produksi dan pasokan ikan gabus ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, karena lahan rawa atau sungai yang sebelumnya menjadi tempat berkembangbiaknya ikan berubah fungsi menjadi perkebunan komoditas tersebut.

H Agustiawan, salah satu pedagang ikan gabus di Palembang, Kamis, mengatakan sejak tiga tahun lalu pasokan ikan gabus berkurang bukan hanya disebabkan cuaca tetapi kini akibat perkebunan sawit.

"Sebab sungai dan rawa dialihfungsikan menjadi kebun sawit sehingga produktivitas ikan berkurang," katanya.

Menurut dia, dampak lainnya, ikan gabus yang berasal dari perkebunan sawit juga lebih kecil tidak lagi berukuran jumbo.

Ikan-ikan tersebut sebagian terkena zat kimia yang berasal dari pestisida untuk digunakan memupuk tanaman sawit.

Ia mengatakan, minimnya pasokan ikan gabus tersebut tentunya sangat berpengaruhi pada pendapatan mereka sehingga omzet menurun signifikan.

Padahal sebelumnya, meskipun musim hujan pasokan ikan gabus bisa mencapai 500 kilogram tapi kini hanya 100 kilogram per hari.

Ikan gabus tersebut dijual setelah digiling untuk bahan baku pembuatan pempek makanan khas Palembang. Daging ikan itu dijual Rp45 ribu per kilogram.

Hal senada, diungkapkan H Heri penjual ikan gabus lainnya mengatakan akibat omzet penjualan ikan gabus berkurang mereka terpaksa membuka usaha tambahan padahal dulu cukup dengan berdagang ikan.

"Kami harus membuka usaha lain sehingga bisa bertahan mencukupi kebutuhan keluarga karena kini pasokan ikan sangat sedikit," katanya. (Nila)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar