Berita Terkait

Jambi, (ANTARA News) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
menuding PDAM Tirta Mayang Kota Jambi mengabaikan layanan pemeliharaan
yang merugikan
konsumen.

       
Ketua Yayasan lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) Jambi, Warasdi di Jambi, Selasa, mengatakan layanan pemeliharaan
fasilitas yang diberikan PDAM juga hak konsumen untuk diberikan.

       

"Sebagian dana atau pembayaran yang dilakukan konsumen tiap bulan
selain jumlah air yang terpakai, termasuk iuran pemeliharaan," namun hal
tersebut diabaikan," katanya.

       
Ia menyebutkan, pihaknya
banyak menerima pengaduan dan keluhan dari konsumen PDAM, seperti
meteran yang rusak, pipa bocor dan lainnya yang merugikan konsumen.

       

Dalam ketentuannya, kendati peralatan tersebut milik produsen, namun
dalam pemeliharaan dibebankan pada konsumen yang dibayarkan tiap bulan.

       
Ia mencontohkan, meteran yang tetap berputar kendati tidak
mengeluarkan air, atau hanya angin, itu harus diganti diperbaiki dan diganti dengan yang baru.

       

Keluhan lain yang sering diterima YLKI yakni masih belum akuratnya
pencatatan meteran, dan itu juga merugikan konsumen, karena jumlah
pemakaian tidak seimbang dengan pembayaran.

       
Menurut dia,
masih belum optimalnya pelayanan yang dilakukan PDAM Tirta Mayang
tersebut, menyebabkan perusahaan milik daerah itu selalu disorot
berbagai pihak, termasuk dewan perwakilan rakyat daerah.

       
YLKI akan terus memperjuangkan hak konsumen dalam menuntut haknya, termasuk layanan pemeliharaan yang belum diberikan.

       

"Kita minta pihak PDAM memberikan hak layanan pemeliharaan pada
konsumen, seperti perbaikan dan penggantian meteran yang rusak, pipa
bocor dan lainnya," kata
Warasdi. (ANT-M037)

Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar