Berita Terkait
Palembang, (ANTARA News) - Perwakilam sopir taksi yang biasa mangkal di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang di Sumatera Selata, mendatangi Dinas Perhubungan Kota Palembang untuk memprotes operasional armada taksi Blue Bird yang masuk dan mengambil penumpang dalam areal bandara internasional itu.

Rihan, salah satu sopir taksi itu, di Palembang, Kamis, mengatakan mereka sengaja mendatangi Dinas Perhubungan Kota Palembang agar armada taksi Blue Bird tidak diizinkan beroperasi di bandara setempat.

Armada taksi baru yang dibolehkan masuk beroperasi di bandara internasional itu, dinilai sangat merugikan sopir taksi lain yang selama ini telah beroperasi, kata dia, yang mendatangi Dishub Palembang bersama sejumlah perwakilan sopir taksi.

Menurut dia, selain memprotes langsung ke Dishub, mereka juga menyampaikan aksi protes bersama 100 sopir taksi bandara yang menandatangani pernyataan sikap bersama.

Protes yang mereka lakukan sangat wajar, karena akibat Blue Bird beroperasi di bandara itu, armada taksi lain tidak lagi mendapatkan orderan penumpang, ujar dia.

Hal senada diungkapkan Edwar yang mengaku selama SEA Games XXVI, mereka sengaja membiarkan armada Blue Bird masuk bandara untuk menunggu maupun mengantar penumpang.

Tetapi kondisi itu, tidak bisa dipertahankan karena keberadaan armada taksi baru itu merugikan taksi yang selama ini sudah beroperasi, kata dia lagi.

Karena itu, sebanyak 10 orang perwakilan pengemudi taksi itu memprotes langsung ke Dishub setempat, dan mendesak agar taksi baru itu tidak lagi menunggu penumpang di bandara, kata dia.

Dia menjelaskan, kalau hanya mengantar penumpang ke bandara dan tidak parkir, dipersilakan saja.

Tetapi kalau mereka membuka konter atau menunggu penumpang, dinilai akan sangat merugikan armada taksi lainnya.

Sekitar 100 unit taksi selama ini telah beroperasi di bandara yang telah melayani penumpang dari dan ke bandara, ujar dia.

Kabid Transportasi Jalan dan Rel Dishub Kota Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, akan segera melaporkan permasalahan tersebut kepada kepala dinas, untuk segera mendapatkan solusi atas protes yang dilakukan perwakilan sopir taksi itu.

"Mudah-mudahan ada solusi yang sama-sama menguntungkan bagi taksi yang telah beroperasi maupun Blue Bird," kata dia.

Namun bagi para calon penumpang, terutama warga pendatang dan tamu di Kota Palembang, keberadaan armada taksi Blue Bird dinilai sangat membantu, karena telah menerapkan sistem pembayaran menggunakan argometer.

Padahal selama ini, umumnya armada taksi yang beroperasi di Kota Palembang, termasuk di bandara setempat, melayani penumpang dengan sistem borongan tidak menggunakan argometer.

"Taksi yang menggunakan argometer lebih diminati dan jelas sistem pembayarannya, tidak perlu menawar lagi," ujar Yusi, salah satu warga Palembang pula. (ANT-037)

Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar