Palembang (ANTARA News) - Kelompok pelestari kuda lumping dan reog Ponorogo di Kota Palembang, Sumatera Selatan menggelar Festival Kuda Lumping III dipusatkan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu.

Festival Kuda Lumping III tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun ke-1.328 Kota Palembang pada tahun 2011 ini.

Saat membuka festival bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, Ketua Kuda Lumping se-Kota Palembang, Mujianto, menyebutkan sebanyak 31 kelompok kuda lumping menjadi pesertanya.

Selain itu, kelompok reog ponorogo dari Kabupaten Muaraenim dan beberapa kelompok kuda lumping dari luar Kota Palembang, juga ikut berpartisipasi memeriahkan festival tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ir H Sarimuda MT, Ketua Kuda Lumping dan Reog se-Sumsel, Slamet Sumo Sentono, pimpinan Pujasuma Sumsel Joko Siswanto, dan sejumlah tokoh Palembang dan Sumsel yang berasal dari Pulau Jawa ikut menghadiri festival itu.

Menurut Mujianto, pihaknya berupaya melestarikan seni dan budaya tradisi yang diwariskan nenek moyang kendati kini telah tinggal dan hidup di Kota Palembang.

Slamet Sumo Sentono dan Joko Siswanto juga sangat mendukung festival kuda lumping itu, sekaligus mendorong agar festival seni dan budaya yang bertujuan untuk melestarikan tradisi leluhur dari Pulau Jawa terus dilestarikan di daerah ini.

Dalam waktu dekat, juga direncanakan digelar festival campursari yang akan mengundang peserta kelompok pencinta dan pelestari seni tembang Jawa itu dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.

Sebelum menampilkan sebanyak 31 grup kuda lumping peserta festival itu, ditampilkan reog ponorogo asal Muaraenim dan penampilan lagu-lagu daerah dan campursari, termasuk yang dinyanyikan beberapa tokoh Jawa di Palembang dan Sumsel, seperti Slamet Sumo Sentono dan beberapa lainnya.

Ratusan pengunjung membaur dengan para peserta, baik pria maupun wanita, serta anak-anak dan remaja, untuk menyaksikan penampilan kelompok kuda lumping (jatilan) yang oleh dewan juri masing-masing peserta mendapatkan kesempatan tampil selama maksimal 15 menit.

Di Palembang, Sumsel terdapat sejumlah kelompok warga yang berasal dari Pulau Jawa dan membentuk beberapa paguyuban serta terus berupaya melestarikan seni tradisi dari tanah leluhurnya di Pulau Jawa, kendati banyak di antara mereka sudah lahir, besar dan hidup di daerah ini.(*)
(T.B014/Z002)

Editor:
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar